Kamis, 1 Oktober 2020

Implementasi Blended Learning di Era New Normal, Metode Efektif Pembelajaran


Rabu, 24 Juni 2020 | 14:27:23 WIB


Muhammad Arjun, S.M
Muhammad Arjun, S.M / Istimewa

Oleh: Muhammad Arjun, S.M

SETELAH berakhirnya PSBB dan sudah tiga bulan lamanya para pelajar di rumah saja dengan melakukan pembelajaran jarak jauh secara daring via WhatsApp Group, Zoom, Telegram, Google Meet dan aplikasi lainnya, wacana new New Normal kembali dipersiapkan pemerintah Indonesia sebagai skenario percepatan dalam penanganan Covid-19 dengan memulai kembali tatanan hidup baru masyarakat Indonesia selama masa pandemi.
Seluruh sektor juga mulai produktif sedia kala tetapi dengan sistem protokol kesehatan Covid-19, termasuk sektor pendidikan yang sudah disiapkan oleh Kemendikbud terkait pola pembelajaran di era new normal.

Aturan New Normal Kemendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makariem melalui telekonferensi dalam kanal Youtube pada 15 Juni 2020 menjelaskan bahwa bagi peserta didik dasar dan menengah pada tatanan pendidikan di era new normal akan diberlakukan di tahun ajaran 2020/2021 dan tetap dimulai bulan Juli 2020, dengan aturan seperti wilayah zona kuning, oranye, dan merah tidak diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dan tetap dilanjutkan pembelajaran dari rumah secara jarak jauh via daring.

Terkecuali daerah zona hijau bisa melakukan pembelajaran tatap muka itupun sesuai ketetapan dan persetujuan dari pemerintah daerah, orangtua, serta sekolah tersebut harus siap memenuhi daftar dan persyaratan aturan new normal. Pembelajaran tatap muka di wilayah zona hijau dilakukan secara bertahap, tahap pertama dilakukan oleh strata sekolah menengah, tahap kedua oleh strata SD, MI, paket B, SLB dan tahap ketiga oleh strata PAUD, TK, RA, TKLB.

Sekolah dan madrasah berasrama, tidak diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka selama masa transisi dengan beberapa kebijakan baru yang tidak jauh beda dengan strata pendidikan lainnya.Begitu juga dengan perguruan tinggi walaupun tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimulai bulan Agustus dan September tetapi dalam pola pembelajaran di semua wilayah zona pandemi tetap dilaksanakan melalui daring baik mata kuliah berbasis teori ataupun praktek.

Penerapan Blended Learning
Jack Ma dalam pertemuan World Economic Forum di Davos, Swiss mengatakan "Pendidikan merupakan masalah terbesar sekarang. Jika kita tidak mengubah jalan atau sistem mengajar maka dalam 30 tahun nanti jadi masalah. Kita tidak dapat mengajar anak kita untuk bersaing dengan mesin karena mereka lebih pintar" Kamis (25/1/2018).

Konsep pembelajaran new normal jika direlasikan dengan kebutuhan di masa pandemi lebih sesuai dengan metode Blended learning. Menurut Koohang (2009), blended learning is defined as a mix for traditional face to face instruction and e-learning. Senada dengan pendapat yang telah dikemukakan, Muhammad Noer (2010) menjelaskan bahwa blended learning adalah metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis.

Di era digital, peran teknologi dalam ranah pendidikan sangat penting dan efektif bagi kegiatan pembelajaran apalagi siswa yang kini semakin inovatif dan kreatif. Maka tantangan bagi guru, bagaimana teknologi yang modern ini kita kembangkan dan manfaatkan ke dalam proses pembelajaran yang akan menjadikan suasana dalam belajar lebih transformatif dan bermutu dibanding sebelumnya. Tidak heran jika murid sekolah menengah sudah mengenal perangkat keras seperti komputer, laptop bahkan ponsel android yang menjadi teman dalam kehidupan sehari-hari.

Blanded learning memberikan dua metode yang sesuai dengan gagasan sistem pendidikan oleh Kemendikbud Nadiem Makarim di tengah pandemi ini. Di samping guru melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah dengan menjelaskan materi kepada siswa, di samping itu juga agar tetap menjaga jarak aman, guru dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti aplikasi yang sedang tren untuk pengumpulan tugas atau penunjang media pembelajaran. Ikatan Guru Indonesia (IGI) juga mengusulkan proses pembelajaran di tengah wabah Covid-19 dilakukan secara blended learning.

Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta juga akan melakukan sistem pembelajaran blanded learning jadi 50% mahasiswa akan belajar di kelas, dan setengahnya lagi akan belajar berkelompok secara daring di rumah dengan bergantian. Dosen juga tidak hanya mengajar di kampus tetapi bisa mengajar secara fleksibel di rumahnya.

Konsep pembelajaran dalam alokasi waktu mata pelajaran sesuai kurikulum 2013 jika pembagian shifting dibagi menjadi dua waktu per minggu antara pagi dan siang sesuai kondisi dan kebutuhan. Menurut saya mungkin skenario kegiatan pembelajaran yang mungkin akan efektif dilakukan era new normal selama masa transisi, bisa dilakukan seperti berikut ini:

1. Kegiatan pendahuluan, alangkah lebih baik guru mencek suhu badan memakai thermogun pada murid yang akan masuk kelas, murid terlebih dahulu mencuci tangan menggunakan handsanatizer atau sabun cuci, murid wajib menggunakan masker medis atau non medis sebanyak 2-3 lapis lalu diisi dengan tisu dan tisu tersebut diganti tiap 4 jam pemakaian.

Apabila ada murid yang tidak memakai masker, sekolah wajib menyediakan segala alat kesehatan pencegahan Covid-19 selama pembelajaran era new normal. Pastikan di dalam kelas per shift maksimal berjumlah 18 murid, dan murid diharuskan jaga jarak minimal 1,5 meter dari murid lainnya, tidak boleh saling menyentuh satu sama lain.

2. Kegiatan inti, selama memaparkan materi guru bisa memakai laptop dan infokus sebagai media pembelajaran, sebelumnya guru juga harus menyediakan power point agar mempermudahkan guru untuk menjelaskan materi dan mempermudah murid dalam proses belajar sistem new normal.
Jika tidak ada, bisa menggunakan sumber buku paket yang dibawa oleh masing-masing murid, atau bisa melalui ponsel android dengan mengunduh buku paket kurikulum 2013.

Jadi, setelah pembelajaran tatap muka dilakukan, murid memfotokan hasil kerjanya melalui buku tulis atau portofolio lalu dikumpulkan melalui daring baik via WhatsApp Group, Google Classroom, Telegram ataupun E-mail. Jika ada pembelajaran yang harus diadakan berkelompok, bisa dilakukan secara daring.

3. Kegiatan penutup, guru memberikan informasi agar selalu tertib aturan protokol kesehatan Covid-19 di sekolah, menjaga daya imunitas, dan mengabsen murid per shifting yang sebelumnya sudah dibagikan kelompok shift secara daring oleh pihak sekolah.

Guru juga menginformasikan agar tidak berkerumun, selalu jaga jarak, dan selama masa transisi murid tidak boleh mengadakan kegiatan ekstrakurikuler terlebih nongkrong di kantin. Guru juga menyampaikan informasi segala bentuk penugasan mata pelajaran dikumpulkan secara daring, termasuk UTS, UAS, serta penilaian rapor murid.

*) Penulis mahasiswa pascasarjana Unja


Penulis: Muhammad Arjun, S.M
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments