Jumat, 10 Juli 2020

Webinar Saat Pandemi


Kamis, 25 Juni 2020 | 06:09:30 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

Oleh: Ulul Azmi *)

DI MASA pandemi Covid -19 tidak memungkinkan menggelar acara menggumpulakan banyak orang dan bertatap muka termasuk menyelenggarakan seminar.

Seminar biasanya dilakukan di kampus-kampus dengan menghadirkan berbagai pembicara yang ahli dalam topik tersebut. Selama pandemi aktivitas kampus harus diberhentikan sementara. 

Dalam masa seperti ini topik-topik krusial yang harus dibahas. seminar menjadi salah satu cara untuk memberikan pengetahuan baru pada saat fenomena seperti sekarang ini. Namun kampus juga ikut beradaptasi dalam kondisi ini. Beberapa bulan ini kita banyak sekali seminar berbasis online yang diselenggarakan oleh kampus, dari berbagai topik keilmuan sehingga banyak hal pengetahuan baru bisa didapatkan walaupun kita hanya di rumah.

Webinar atau web seminar sendiri merupakan seminar, presentasi, dan workshop yang di lakukan dengan tatap muka yang dilakukan secara online. Dengan di hadiri banyak orang yang terhubung dimana pun dengan akses intenet.  Aplikasi pendukung webinar ini pun juga banyak seperti zoom, google meet dan ada juga yang meggunakan live instagram dan youtube khususnya pada kelompok milenial dan tentunya dengan format seminarnya sendiri.

Dengan hanya bermodalakan komputer atau telepon pintar serta jaringan internet tentunya kita bisa mengikuti webinar dimana pun dan kapan pun. Webinar sendiri bukan hal yang baru beberapa tahun belakangan banyak kita temui webinar ini di sosial media terutama pada bidang digital marketing.

Dalam digital marketing webinar digunakan menjelaskan serta membagikan materi digital untuk orang yang mengikutinya.

Dengan tidak perlu datang secara langsung ke tempat seminar dan hanya duduk di depan komputer dan kita sudah bisa mengikuti seminar secara langsung tetap bisa bertatap muka banyak hal itu nilai tamabah bagi pengalaman webinar itu.

Webinar sendiri adalah salah satu contoh digitalisasi dalam bidang pendidikan dengan adanya webiner di masa pandemi kita masih bisa mengakses pengetahuan melalui seminar.

Ada banyak manfaat dari webinar saat  pandemi, yaitu:

Sangat fleksibel. Webiner memungkinkan kita bisa mengikuti seminar dirumah, sesuai anjuran pemerintah kita harus tetap dirumah.

Bisa berinteraksi dan berdiskusi dengan banyak orang tanpa harus tatap muka secara langsung berbasis virtual.

Di masa pandemi kita tetap dapat Pengetahuan baru tentang  tentang fenomena yang kita alami sekarang.

Kebijakan physical distancing menyulitkan kita dalam berkomunikasi.

Untuk itu topangan teknologi menjadi sangat penting, dan itu secara tidak langsung menjadi momentum percepatan transformasi ke bentuk digital dan kita mulai membiasakan diri dengan digitalisasi.

Di berbagai lini kehidupan kita. Terutama pendidikan.  Itu bisa menjadikan prospek webinar sendiri cukup besar pada saat pandemi dan mungkin juga ke depannya.  Belum ada jaminan pasti kita tetap aman berada diluar dan berkumpul seperti seminar pada biasanya seiring kebiasaan dan cukup lamanya melewati masa pandemi hingga benar-benar aman kita akan mengadaptasikan kebiasaan webinar ini dan mungkin akan suatu pola baru mengikuti seminar.


Jenis-jenis webinar

Dalam perkembangannya webinar memiliki berbagai jenis. Ada dua jenis webinar yaitu Web conference (video conference) dan Web broadcast (webcast)


Web conference (video conference)

Web conference sendiri salah satu jenis yang banyak di pakai di web seminar. Jenis web seminar ini hanya diakses puluhan hingga ratusan orang saja. Seperti yang kita ikuti di aplikasi seperti Zoom atau Google Meet Web broadcast (webcast)

Selain web conference, ada juga web broadcast. Yang menjadi perbedaan mendasar anatara dua jenis seminar ini adalah jumlahnya, jika web conference hanya bisa memuat puluhan hingga ratusan orang.

Web broadcast dapat memiliki jumlah peserta hingga ribuan orang. Tentu saja untuk aplikasi seperti Zoom atau Google Meet, tidak bisa mengakomodir web broadcast. Website seperti YouTube dan jauh lebih mudah mengakomodir hal ini.

*) Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Dakwah UIN STS Jambi. Dalam rangka memenuhi tugas KKN-DR


Penulis: Ulul Azmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments