Rabu, 12 Agustus 2020

Bea Cukai Jambi Musnahkan Barang Bukti yang Merugikan Negara Senilai Rp2,5 Miliar


Kamis, 25 Juni 2020 | 16:53:23 WIB


/ Novri/metrojambi.com

JAMBI- Wabah Pandemi Covid-19 ini tidak membuat Bea Cukai Jambi mengurangi kinerja penindakan barang ilegal yang sangat merugikan negara, Bea Cukai Jambi menyelamatkan miliaran rupiah kerugian oleh negara.

Kamis (25/6/2020) pagi, pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Jambi melaksanakan pemusnahan barang yang menjadi milik negara. Sebagian barang juga dimusnahkan di tempat pembuangan akhir (TPA) Talang Gulo, Kota Jambi.

Beberapa jenis barang ilegal yakni produk hasil tembakau berupa rokok sebanyak 6.177.600 batang, dimana 5.510.000 batang diantaranya merupakan pelimpahan dari Pos TNI Angkatan Laut, Kualatungkal.

"Selain hasil tembakau berupa rokok sebanyak sebanyak 6.177.600 batang, kita juga menindak 667.600 batang, 130 botol minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) terdiri dari 106 botol merek Chivas Regal 12 dan 24 botol merek Martell Cognac Vsop Medallion, serta 7 botol Liquid Vape dan 44 Pcs Sex Toys," ujar Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Jambi, Ardiyantno.

Rokok dimusnahkan dengan cara dibakar, dan minol dipecahkan dengan palu, ini merupakan sebagian berasal dari luar negeri yakni Singapore, dan sebagian dari Pulau Jawa, semuanya tanpa dilengkapi pita bea cukai.

Selanjutnya Ardiyatno menjelaskan, pemusnahan ini kehilangan potensi penerimaan negara total kerugian hingga mencapai miliaran rupiah.

Setelah ditotalkan seluruhnya nilai barang yang dimusnahkan tersebut diperkirakan mencapai Rp. 2.590.738.333, dan akibat dari pelanggaran ketentuan perundang-undangan ini dapat menimbulkan kehilangan potensi penerimaan negara sekitar Rp. 2.213.500.000.

"Selain dampak materil, juga akan menimbulkan dampak inmateril berupa terganggunya stabilitas pasar dalam negeri khususnya produk barang sejenis yang dimusnahkan, dan tidak terpenuhinya perlindungan terhadap masyarakat," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan hibah barang milik negara oleh Kepabeanan berupa 50 Pcs Kasur yang akan diterima oleh Yayasan Amanah Ampang Kuranji yang berkedudukan di Kabupaten Dharmasaya, Provinsi Sumatera Barat.

Lebih lanjut Ardiyanto mengatakan, melalui kegiatan tersebut berharap menimbulkan efek jera kepada pelaku yang nekad memasukan barang ilegal asal luar negeri.

"Sinergi antar instansi pemerintah, kita harap pelaku menimbulkan efek jera bagi para pelaku yang melanggar undang-undang Kepabeanan dan cukai, melalui kerja sama ini, dan dapat memonitor masuknya barang-barang berbahaya asal luar negeri," tutupnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments