Selasa, 14 Juli 2020

Kasus Kayu Ilegal, PT. TNI Dihukum Denda 5 Miliar, Terdakwa dan Jaksa Kasasi


Selasa, 30 Juni 2020 | 06:37:29 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 JAMBI - Kasus kayu ilegal yang diduga melibatkan PT. Tegar Nusantara Indah (TNI) di wilayah Kasang Kumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi ternyata sudah bergulir di tingkat peradilan. Bahkan proses ini sudah sampai pada tingkat kasasi.

Sebelumnya, kasus ini diungkap oleh Direktorat Reserse Krimimal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi, lalu dilimpahkan ke Polres Muaro Jambi. Apeng alias Ripin selaku pimpinan PT. TNI juga sempat diamankan pihak kepolisian.

"Kasus ini bukan perorangan, tapi korporasi. PT. TNI yang diwakili oleh Apeng alias Ripin," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Kejari (Kejari) Muaro Jambi, Ferdy, Senin (29/6/2020).

Ferdy mengatakan kasus ini sudah disidangkan. Pada tingkat pertama, Pengadilan Negeri (PN) Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi menghukum PT. TNI dengan denda Rp 5 miliar lebih.

"Saya kurang ingat. Putusan nya itu pidana denda lima miliar lebih. Tidak ada pidana kurungan," sebut Ferdy.

Pihak terdakwa dan jaksa lantas menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jambi. "Putusan PT menguatkan putusan PN," kata Ferdy.

Masih tidak pusat, pihak terdakwa maupun jaksa lantas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Ferdy mengatakan, saat ini putusan kasasi belum turun.

"Kita belum bisa mengeksekusi karena kasus ini belum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap. Saat ini masih proses kasasi," terang Ferdy.

Ditanya pasal berapa yang diterapkan dalam kasus ini, Ferdy mengaku kurang mengetahuinya. "Berkasnya masih dengan jaksa yang menangani perkara ini," sebut Ferdy.

Soal PT. TNI yang masih beraktivitas, Ferdy enggan untuk berkomentar. "Mungkin karena belum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap," pungkasnya. 


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments