Jumat, 10 Juli 2020

Breaking News! KPK Tahan Tiga Mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi


Selasa, 30 Juni 2020 | 15:56:14 WIB


Tangkapan layar konfrensi pers penahanan tiga tersangka kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 oleh KPK
Tangkapan layar konfrensi pers penahanan tiga tersangka kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018 oleh KPK / Instagram/@official.kpk

JAMBI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sore ini, Selasa (30/6/2020), kembali melakukan penahanan terhadap tersangka kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018.

Kali ini, penahanan dilakukan terhadap tiga orang tersangka, yakni Cekman, Tadjuddin Hasan, dan Parlagutan, yang merupakan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Jambi periode 2014-2019.

Sebelum dilakukan penahanan, ketiga tersangka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.

“Hari ini dilakukan penahanan terhadap C (Cekman, red) dari Fraksi Restorasi Nurasi, TH (Tadjuddin Hasan, red) dari Fraksi PKB, dan P (Parlagutan, red) dari Fraksi PPP,” ujar Komisioner KPK Lili Pintauli Siregar dalam jumpa pers di gedung KPK.

“Ketiga tersangka akan ditahan untuk 20 hari pertama, terhitung mulai hari ini, hingga 19 Juli nanti,” kata Lili menambahkan.

Lebih lanjut Lili mengatakan, ketiga tersangka akan ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya. Namun sebelumnya, ketiganya akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1.

“Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 Desember 2018 lalu,” tandasnya.

Lili menyebutkan terhadap ketiga tersangka disangkakan pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Selasa (23/6/2020) lalu, KPK juga melakukan penahanan terhadap tiga tersangka lainnya, yang merupakan pimpinan DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Ketiganya adalah Cornelis Buston, Ar Syahbandar, dan Chumaidi Zaidi.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments