Jumat, 10 Juli 2020

Delapan Kali Berturut-turut, Pemprov Raih Opini WTP Dari BPK


Selasa, 30 Juni 2020 | 23:48:42 WIB


/

 JAMBI - Untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2019 dari Badan Pengawasan Keuangan (BPK) RI. Kendati demikian, masih ada beberapa catatan dan rekomendasi yang harus diperbaiki.

Menyampaikan sambutan dalam kegiatan video conference, anggota V BPK RI Bahrullah Akbar mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap laporan keuangan bertujuan untuk memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan.

"Opini yang merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada kriteria, 1. Kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, 2. Kecukupan pengungkapan, 3. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan 4. Efektivitas sistem pengendalian internal," ujarnya.

Bahrullah Akbar menjelaskan, pemeriksaan keuangan tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan adanya penyimpangan (fraud) dalam pengelolaan keuangan, namun jika dalam proses pemisahan ditemukan adanya penyimpangan, kecurangan, atau pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan khususnya yang berdampak adanya potensi dan indikasi kerugian negara, maka pemeriksa harus melakukan pengembangan prosedur audit dan mengungkapkannya dalam LHP.

"BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas LKPD Tahun 2019, dengan demikian Pemerintah Provinsi Jambi telah berhasil mendapatkan dan mempertahankan opini WTP untuk yang kedelapan kalinya," jelasnya.

Bahrullah Akbar juga menyatakan, masih ada beberapa catatan dari BPK terhadap laporan keuangan Pemprov tahun anggaran 2019 dan berharap agar kedepannya catatan itu tidak ada lagi. "Maka Pemprov Jambi harus terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan kegiatan serta laporan keuangannya," pintanya.

Bahrullah Akbar menyampaikan seluruh temuan dimuat dalam Buku II (LHP atas sistem pengendalian intern) dan Buku III (LHP atas Kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan).

"Dan sesuai Pasal 20 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, pejabat wajib menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan, pejabat wajib memberikan jawaban atas penjelasan kepada BPK tentang tindak lanjut atas rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan, dan jawaban atau penjelasan disampaikan kepada BPK selambat-lambatnya 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima," sebutnya.

Rapat Paripurna turut dihadiri Kepala BPK Perwakilan Jambi  Yuan Candra Djaisin, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI M. Zulkifli, Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi, serta para tamu dan undangan lainnya.

Sementara itu Gubernur Jambi Fachrori Umar mengatakan opini WTP ini merupakan buah dari kerja keras dari semua OPD maupun DPRD Provinsi Jambi.

"Alhamdulillah kita menerima WTP dari BPK atas pemeriksaan laporan keuangan Pemprov Jambi ini yang kedelapan kalinya, untuk itu saya ucapkan terimakasih kepada seluruh OPD dan DPRD. Semoga apa yang kita kerjakan ini memberikan sumbangsih positif terhadap kemajuan Provinsi Jambi," ujarnya.

Fachrori mengingatkan semua Kepala OPD pemprov Jambi dan seluruh jajarannya untuk tidak berpuas diri dengan Opini WTP, namun harus dimaknai sebagai motivasi terus-menerus meningkatkan kinerja dan laporan keuangan.

"Kita wajib menyusun dan menyajikan laporan keuangan yang berkualitas dan akuntabel yang turut mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik dan kredibel," tegasnya.

Selanjutnya Kepala DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto mengucapkan selamat atas diraihnya WTP tersebut.

"Saya selaku pimpinan DPRD mengucapkan selamat kepada pak Gubernur, dan seluruh jajaran OPD pemprov Jambi yang telah bekerjakeras serta transparan. Tapi kita tidak boleh berpuas diri, melainkan indikator utama kita pemerintahan harus ditingkatkan sehingga visi misi Jambi TUNTAS 2021 bisa diwujudkan, sebab kapasitas kita melayani rakyat," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments