Rabu, 12 Agustus 2020

Sabar dan Keimanan Yang Diuji Kala Pandemi


Jumat, 03 Juli 2020 | 11:18:29 WIB


Reftika Aprionita
Reftika Aprionita / Istimewa

Oleh : Reftika Aprionita

JAMBI - Umat Islam yang di tahun melaksanakan Ibadah puasanya ini, agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya mengingat puasa di tahun 1441 Hijriah ini kita semua (umat islam) tengah dihadapkan dengan ujian yang diberikan oleh Allah SWT, dengan adanya wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

Pada saat ini korban di Indonesia terus bertambah dan berjatuhan, banyak penduduk Indonesia yang meninggal dunia serta kehilangan mata pencaharian pada masa wabah covid-19, para pengusaha banyak yang gulung tikar perekonomian menurun dengan sangat drastis membuat angka kemiskinan bertambah di Indonesia.

Sebagai orang yang beriman, kita mesti meyakini bahwa, wabah tersebut adalah bentuk ujian yang harus kita hadapi.

‘’Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘’Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un’’ (segala sesuatu milik Allah dan kembali kepada Allah). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.’’ (QA: Al-Baqarah:155-157)

Dengan demikian berdasarkan ayat ini, wabah Covid-19 saat ini adalah ujian yang menguatkan jika kita bisa memetik hikmahnya, bahwa ujian dari Allah itu bukan untuk melemahkan, justru merupakan alat penambah daya bagi iman kita yang mungkin mulai melemah.

Kita harus sabar dan optimis atas ujian tersebut, bahwa ‘’setelah ada kesulitan akan Allah databgkan kemudahan,’’ begitulah sunatullahnya. Allah SWT sampai mengulangi firmannya ini sampai dua kali pada surah yang sama di surah Al-Insyirah di ayat 5 dan 6, seolah menekankan pentingnya bersabar sebagai bentuk dari berpikir optimis dalam menyikapi sesuatu, termasuk dalam musibah. Maka sebagai umat yang beriman, kita harus yakin bahwa semua yang terjadi, termasuk wabah covid-19 yang mencekam adalah bagian dari ketetapan Allah.

Sabar dan ikhlas adalah poin penting yang wajib kita tanamkan dalam diri kita supaya kita tetap husnudzon akan ketetapan Allah SWT. Hindari prasangka-prasangka buruk sebab covid-10 ini, dengan demikian kita akan istiqomah untuk terus ikhtiar perangi pandemi covid-19 dan tetap melakukan kegiatan keagamaan walaupun hanya di rumah saja.

Menurut Tuan Guru Haji Ustadz Abdul Somad, Lc, Ma (UAS) dalam satu ceramahnya, dalam suatu tafsir disebutkan wabah prnyakit itu merupakan tentara Allah Ta’ala. Namun, UAS menjelaskan terkait virus corona tentara Allah’ itu adalah sebagai salah satu tafsir saja.

Di kesempatan lain saat peluncuran buku ‘’A Note fROM Cairo’’ di Kampus UNJ 2 Maret 2020, UAS mengatakan setiap sakit pasti ada obatnya karena itu jangan menyerah. Mencari pengobatan adalah ibadah dan jangan berputus asa.

Selama virus corona masih menjadi bahaya terbesar di dunia, tetap tinggal di rumah masih menjadi pilihan yang lebih baik. Pentingnya tinggal dirumah saat kondisi bahaya ternyata telah diingatkan Allah SWT dalam firmanNya di surat An-Naml ayat 18.

Ayat ini menceritakan kondisi kawanan semut saat berada dalam kondisi yang dinilai membahaykan. Ustadz Felix Siauw juga menyinggung hal ini lewat potingannya di Instagram dalam akun felix.siauw.

Dalam postinganya Ustadz Felix Siauw menulis, ‘’ Tidakkah kita belajar dari semut ketika datang bahaya pada kaumnya dia berkata pada mereka, masuklah! Ke dalam rumah-rumah kalian.’’

*) Penulis adalah mahasiswa UIN STS Jambi


Penulis: Reftika Aprionita
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments