Rabu, 12 Agustus 2020

Antisipasi Kemarau, Petani Diminta Percepat Musim Tanam


Kamis, 09 Juli 2020 | 16:33:12 WIB


/ Istimewa

SAROLANGUN - Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi air sungai di seluruh wilayah Kabupaten Sarolangun mengalami penyusutan drastis. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas petani dalam bercocok tanam.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Sarolangun, Sakwan saat dikonfirmasi mengaku jika pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para petani se-Kabupaten Sarolangun, agar mempercepat musim tanam. Ini mengingat sungai menjadi sumber air utama bagi para petani.

"Melalui PPL kita sudah minta agar petani segera melakukan musim tanam. Jadi saat puncak kemarau tiba, para petani sudah memasuki musim panen," katanya, Kamis (9/7/2020).

Dijelaskannya, hingga saat ini ribuan hektare lahan pertanian di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko telah dilakukan proses tanam.

"Sudah ribuan hektare lahan yang sudah (proses tanam). Untuk bulan Juni saja sebanyak 448 hektare lahan yang sudah tanam. Sementara untuk Juli baru minggu kedua saja sudah 180 hektare lahan yang sudah tanam," ungkapnya.

Lanjut Sekwan, untuk mengatasi terjadinya kekeringan saat musim kemarau, para petani diminta menjaga embung-embung di wilayah pertanian masing-masing.

Sementara itu, Halimah (42) seorang petani sawah asal Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sarolangun mengaku jika saat ini sebagian besar lahan sawah di desanya telah dilakukan musim tanam.

"Sudah pada tanam sekarang. Karena kalau kemarau memang tidak bisa tanam. Sumber air kita satu-satunya dari sungai," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun, Trianto saat dikonfirmasi mengatakan jika berdasarkan prediksi BMKG Kabupaten Sarolangun akan memasuki kemarau mulai Juli-September 2020.

"Kita terus lakukan pantauan di lapangan. Melihat kondisi yang ada memang penyusutan air sungai terjadi sangat signifikan," jelasnya.


Penulis: cr6
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments