Jumat, 7 Agustus 2020

Jalur Gajah di Luar Kawasan Konservasi TNBT akan Dikembangkan Jadi KEE


Jumat, 10 Juli 2020 | 11:02:03 WIB


Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Taman Nasional Bukit Tigapuluh / Istimewa

JAMBI - Pemerintah akan mengembangkan jalur gajah di luar Kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Kabupaten Tebo menjadi Kawasan Ekosistem Dsensial (KEE). Wacana ini dinilai sangat penting mengingat potensi konflik gajah dengan petani maupun dengan perusahaan perkebunan di kawasan tersebut cukup tinggi.

KEE merupakan kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi dan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip konservasi keanekaragaman hayati sebagaimana yang dianut dalam pengelolaan kawasan hutan konservasi. Kawasan Ekosistem Esensial sangat berperan penting dalam mendukung perlindungan keanekaragaman hayati.

Progresnya pun telah dibentuk diklarasikan forum KEE yang di SK kan oleh Gubenur Jambi dan diketuai oleh Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi, Kamis (9/7/2020) kemarin.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Akhmad Bestari mengatakan, lanskap koridor gajah di Tebo yang diinisiasi menjadi kawasan KEE ini sebanyak lebih kurang 120 ekor gajah, dan merupakan kumpulan gajah Sumatera terbesar di Indonesia.

"Ini memang sangat kita butuhkan. Karena satwa gajah jalurnya jalur alami. Dari dulu gajah-gajah di sana melalui jalur itu saja. Jadi kalau ada aktivitas masyarakat di sana pasti diterobos," ujarnya.

Gajah yang sering berkonflik dengan petani itu, menurut Bestari ketika ada gajah individu baru yang ingin membuat kelompok baru maka keluar koridor dari kelompokanya.

"Oleh karenanya dikawasan KEE ini nantinya akan dibangun pagar listrik sepanjang 150 kilometer untuk resolusi konflik gajah agar tidak keluar koridornya," sampai Bestari.

Forum KEE sendiri, kata Bestari, melibatkan semua pihak baik dari pemerintah, NGO, maupun pihak perusahaan.

"Catatan saya ada 8 perusahaan kehutanan dan perkebunan yang terlibat dalam KEE ini. Perusahaan itu sudah berkomitmen untuk melestarikan satwa-satwa liar yang ada di sana," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Rahmad Saleh menyampaikan bahwa rencana aksi KEE koridor gajah di kawasan penyangga TNBT ini sudah disusun, tinggal deleniasi oleh tim forum.

"Kita sekarang lagi menyusun di lokasi mana yang menjadi areal KEE ini," katanya.

Areal KEE Koridor gajah ini direncanakan akan dibangun dilahan seluas kurang lebih 50 -60 ribu hektare. Ini membentang dari kawasan desa Pemayungan - Lubuk Mandarsah - Muara Kilis - Suo-Suo - Sekalo dan desa Semabok.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments