Rabu, 12 Agustus 2020

Wako Tinjau Sekolah Hari Pertama


Senin, 13 Juli 2020 | 16:52:26 WIB


/ Istimewa

JAMBI - Walikota Jambi, Syarif Fasha meninjau pelaksanaan belajar mengajar di Sekolah dengan Penerapan Protokol Kesehatan. Salah satu tinjauan Wali Kota Fasha adalah di SMP Negeri 5 kota Jambi.

Saat meninjau di SMPN 5 Kota Jambi membuat dirinya berang kepada kepala sekolah, hal itu disebabkan karena ia menemukan hal yang tidak sesuai dengan petunjuk tekhnis atau juknis.

Dimana seharusnya para siswa semua jenjang SMP masuk secara keseluruhan, sesuai dengan jam yang diatur. Namun dilapangan ternyata hanya kelas 7 saja yang masuk. Sementara siswa lain akan masuk keesokan harinya.

“Kenapa semua tidak sesuai juknis yang telah di keluarkan, kok semua lokal ini kosong dan bangku, meja belum di bersihkan, saya minta semua di bersihkan hingga sore ini,” tegas Fasha.

Fasha mengatakan minggu depan semua siswa harus masuk semuanya, sesuai dengan jam yang telah diatur. Kata Fasha, pemberlakuan belajar Online dengan tatap muka di tingkat SMP yakni kelas 7, 8 dan 9. Semua telah diatur di dalam Petunjuk Teknis (Juknis) bahwa tingkatan kelas yang lebih tinggi akan masuk lebih cepat dengan ketentuan belajar hanya diperbolehkan selama 3 Jam dan tidak diperbolehkan istirahat serta kantin sekolah belum diperbolehkan untuk buka.

Semua siswa diharapkan untuk membawa bekal masing-masing. Dalam juknis tersebut di
pinta semua anak-anak hadir dan jangan ada lokal yang kosong. Namun pihak SMPN 5
mengosongkan semua kelas, hanya anak kelas satu yang masuk.

Dengan kosongnya semua lokal, Fasha meminta kepada kepala sekolah SMPN 5 Kota Jambi untuk membersihkan semua lokal dan mempersiapkan hand sanitizer di setiap kelas.

Selain meninjau SMPN 5 Kota Jambi, beberapa sekolah lain yang ditinjau adalah SMPN 1, SD Islam Al Falah, dan SDN 28 Kota Jambi. Secara keseluruhan kata Fasha, telah mematuhi protokol kesehatan.

“Memang ada kita temui mejanya masih belum dibersihkan, tapi kita minta semua
segera diatasi,” katanya. Fasha mengatakan bahwa tingkat kehadiran siswa disekolah pada uji coba relaksasi bidang pendidikan sudah mencapai 50 persen. “Mudah-mudahan bisa bertambah terus setiap hari. Jadi harapan kami para orangtua yang belum yakin anaknya untuk sekolah, mudah-mudahan minggu depan atau bulan depan sudah yakin. Jadi kita harus berpikir positif. Kalau tidak kita mulai sekarang kapan lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa alasan utama dikeluarkan kebijakan relaksasi bidang pendidikan ini karena melihat tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19. Kini hanya tersisa 2 pasien lagi yang dirawat di RSUD Abdul Manap. “Selain itu juga penambahan pasien positif juga sangat
minim,” katanya.

Oleh karena itu, Fasha mengajak masyarakat agar tak berpikir negatif. Kebijakan ini diambil juga untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. “Ini sudah diperhitungkan dengan matang. Bukan gagah-gagahan. Sudah sesuai analisis tidak ada lonjakan kasus, Kota Jambi relatif aman,” katanya.

Selain itu juga, latar belakang dikeluarkannya kebijakan relaksasi bidang pendidikan, mengingat ada sebanyak 500 siswa tingkat SMP yang tak bisa mengikuti kelas Online, karena keterbatasan sarana. “Mereka tak punya gadget dan laptop, sehingga kesulitan belajar secara online. Makanya kami ambil sikap untuk belajar online dan bisa offline juga bagi yang belum yakin anaknya kembali bersekolah,” katanya.

Pantauan dilapangan, siswa ada yang memakai sarung tangan dan menggunakan face shield. Sebagian siswa juga sudah mengetahui aturan protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan, dan mengenakan masker.

Seperti yang disampaikan oleh Nadia, siswa SMPN 1 Kota Jambi. Menurutnya, ia sudah bosan berada di rumah, dan menyambut suka cita karena diperbolehkan untuk bersekolah. “Senang, karena bisa kembali berjumpa teman-teman, dan kembali belajar di kelas,” katanya.


Penulis: Amrl Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments