Rabu, 12 Agustus 2020

PBB Fasilitasi Kerjasama Pemkot Jambi dengan Srilanka


Rabu, 15 Juli 2020 | 16:58:17 WIB


/ Istimewa

JAMBI- Persoalan penanganan sampah di Kota Jambi terus menjadi atensi. Setelah berupaya mengurangi sampah plastik dengan melarang penggunaan kantong plastik di ritel dan pasar modern, kini Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengajak UN Habitat (United Nation Human Settlements Programme) memperbaharui teknologi pengelolaan sampah di Kota Jambi.

Pada Rabu, (15/7) di Aula Griya Mayang dilaksanakan Virtual Signing Ceremony MoU,
Wise Waste City Campaign Antara Kota Jambi dengan Kota Ratnapura Srilangka, Difasilitasi oleh UN Habitat.

Pada kesempatan itu, Pemkot Jambi melaksanakan kerjasama (mutual agreement) antara UN Habitat (PBB) dan Kota Srilanka dalam hal Waste Wise City (WWC)/Kota unggulan dalam pengelolaan sampah. Kota Jambi menginisiasi menjadi changemaker atau pelopor di Indonesia, untuk pengelolaan sampah yang modern.

“Ada 20 kota di dunia yang di fasilitasi oleh UN Habitat dalam hal pengelolaan managemen penanganan sampah yang dilaksanakan masing-masing kota ini. Kebetulan dari 20 kota ini, Kota Jambi disandingkan dengan Kota Ratnapura, Sri Lanka. Dimana nantinya bisa sama- sama melihat bagaimana terkait dengan penanganan manajemen persampahan, mulai dari sumber sampah yaitu baik dari rumah tangga dan lain sebagainya.

Bagaimana sampah ada yang diolah itu menjadi waste to energy, maupun sampah yang diolah menjadi barang jadi yang bermanfaat. Ada juga sampah-sampah yang dijadikan kompos dan lain sebagainya. Jadi penanganan-penanganan inilah yang akan menjadi role
model nanti dalam penanganan sampah di dunia ini,” ujar Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Fasha menambahkan, kemudian juga UN Habitat juga memfasilitasi untuk bantuan-bantuan fasilitas terkait dengan 20 kota di dunia ini nantinya. Ia berharap kota Jambi akan banyak mendapatkan bantuan terkait dengan edukasi penanganan sampah dan juga bantuan-bantuan. Baik peralatan dan sarana lainnya yang di bantu oleh UN Habitat nantinya.

Selain itu juga fasilitasfasilitas dalam pengembangan sumber daya manusia, terkait dengan
sanitasi dan lain sebagainya. “Seperti kita direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan
sanitary landfill, selain itu kita juga direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan ada mobil pengangkut sampah.

Sehingga mobil-mobil ini nanti kalau mengangkat sampah misalnya muatan 30 kubik tadinya dilakukan oleh enam mobil, tapi ini bisa dilakukan oleh satu mobil. Karena mobil ini mampu melakukan kan pengepresan dari 30 kubik bisa menjadi 5 kubik.

“Ini salah satu rekomendasi bantuan dari UN habitat,” katanya. Sementara itu, Fasha juga menambahkan bahwa awalnya kota Jambi yang hanya memiliki TPA yang bersifat semi sanitary landfill akan tetapi berkat bantuan dari Bank Pembangunan Jerman kota Jambi sudah membangun sistem pengelolaan sampah full sanitary landfill. Hal itu adalah hasil
salah satu rekom dari organisasi-organisasi PBB di dunia terkait dengan penanganan sampah dan lingkungan. Salah satunya adalah UN Habitat yang merupakan lembaga PBB untuk perbaikan kondisi perumahan, dan perkotaan, serta urbanisasi dunia.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments