Kamis, 26 November 2020

Juni 2020, Kelompok Makanan Sumbang Inflasi di Jambi


Kamis, 02 Juli 2020 | 11:05:27 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada tiga kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga serta rekreasi, olahraga, dan budaya, kata Kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin melalui keterangannya secara virtual, Rabu.

Pada Juni lalu, Kota Jambi mengalami inflasi 0,35 persen dan Muara Bungo mengalami inflasi 0,24 persen. Dimana laju inflasi tahun kalender Kota Jambi sebesar 0,88 persen dan Muara Bungo sebesar 0,98 persen, sedangkan inflasi year on year Kota Jambi sebesar 0,55 persen dan Kota Muara Bungo minus 0,22 persen.

Inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada tiga kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,60 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen.

Sementara itu inflasi di Kota Muara Bungo terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada tujuh kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,73 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen; kelompok transportasi sebesar 0,09 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,35 persen; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,14 persen.

Dalam pembentukan inflasi Kota Jambi sebesar 0,35 persen, andil terbesar adalah dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,4640 persen; kemudian dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0019 persen.

Wahyduin mengatakan, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi pada Juni 2020 antara lain daging ayam ras, ikan dencis, ikan lele, udang basah, tempe, daging sapi, kangkung, bayam, cumi-cumi serta bawang merah, sementara itu komoditas utama yang memberikan andil terhadap inflasi Kota Muara Bungo adalah daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, rokok putih, sepeda motor, cabai rawit, semangka, petai, kangkung dan rokok kretek filter.

Untuk perbandingan inflasi antar kota IHK se-Sumatera menunjukkan bahwa dari 24 kota se-Sumatera yang menghitung IHK, terdapat 16 kota yang mengalami inflasi dan delapan kota deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tembilahan sebesar 1,13 persen dan terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,03 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,19 persen. Kota Jambi dan Kota Muara Bungo berada pada urutan ke-2 dan ke-6 antar kota se-Sumatera.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments