Kamis, 26 November 2020

Inflasi Jambi Juni 2020 Terkendali


Selasa, 07 Juli 2020 | 10:49:56 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Berdasarkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jambi pada Juni 2020 Provinsi Jambi mengalami inflasi bulanan sebesar 0,33 persen (mtm). Dengan angka tersebut, maka secara tahunan inflasi Jambi adalah sebesar 0,47 persen (yoy) dan secara tahun berjalan inflasi Jambi sebesar 0,90 persen (ytd).

Alhasil, inflasi tersebut dinilai masih terkendali yang juga disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti kebijakan pemerintah akan perlonggaran pembatasan aktivitas, tingginya intensitas curah hujan, dan lain sebagainya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) provinsi Jambi Bayu Martanto menyampaikan bahwa secara keseluruhan jenis barang dan jasa yang memberikan andil terbesar inflasi adalah komoditas pada kelompok makanan, minuman, tembakau, daging ayam ras (andil 0,34 persen).

"Kemudian ikan dencis (andil 0,05 persen), udang basah (andil 0,04 persen), ikan lele dan tempe (andil 0,03 persen), daging sapi, kangkung, dan bayam (andil 0,02 persen)," tuturnya.

Lebih lanjut Bayu mengatakan, secara umum kebijakan pemerintah terkait pelonggaran pembatasan aktivitas sosial yang mendorong pembukaan kembali rumah makan, restoran maupun warung.

"Hal ini berdampak terhadap meningkatnya permintaan daging ayam ras di tengah keterbatasan pasokan, sehingga menyebabkan kenaikan harga daging ayam ras. Begitu juga dengan peningkatan harga beberapa komoditas sayur-sayuran, disebabkan curah hujan yang tinggi dibeberapa wilayah sentra sehingga berdampak terhadap kerusakan sayuran," jelasnya.

Sementara itu, penerapan lockdown dari pemerintah India masih menjadi penghambat kelancaran impor daging kerbau yang merupakan alternatif lain dari daging sapi bagi masyarakat. "Ini berdampak terhadap kenaikan harga daging sapi pada Juni 2020 lalu," ujar Bayu.

Selain inflasi, Bayu mengatakan juga terdapat beberapa komoditas yang mengalami deflasi. Yakni angkutan udara, cabai merah, bawang putih, dan ikan nila (andil deflasi 0,06 persen), minyak goreng (andil deflasi 0,02 persen), tahu mentah, susu kental manis, dan telur ayam ras (andil deflasi 0,01 persen).

"Penurunan harga angkutan udara disebabkan karena masih lemahnya permintaan masyarakat terhadap jasa angkutan udara. Sedangkan penurunan harga pada komoditas bahan pangan sebagai dampak dari terjaganya pasokan untuk memenuhi permintaan," sampainya.

Namun jika memperhatikan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, Bayu menyebut pada Juli 2020 Provinsi Jambi diperkirakan akan mengalami inflasi pada kisaran 0,10 persen - 0,50 persen (MTM) atau 0,00 persen - 0,38 persen (yoy).

"Inflasi utama akan didorong oleh kenaikan harga komoditas tarif angkutan udara seiring dengan meningkatnya permintaan jasa angkutan udara domestik. Selain itu beberapa komoditas bahan makanan seperti aneka cabai, daging sapi, sayur-sayuran diperkirakan meningkat, yang disebabkan keterbatasan pasokan untuk memenuhi kebutuhan," tandasnya.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments