Senin, 28 September 2020

Massa Minta Polres Bungo Tindak Tegas Semua Pelaku PETI


Rabu, 29 Juli 2020 | 20:04:02 WIB


/ metrojambi.com

 MUARABUNGO - Masa aksi dari sejumlah elemen masyarakat, mahasiswa, dan beberapa aliansi lainnya, Rabu (29/7/2020), mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Muara Bungo.

Kedatangan massa untuk menyampai beberapa tuntutan terkait permasalahan kerusuhan masyarakat di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat dan mengungkapan kasus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Dalam orasinya, salah seorang orator, Daniel meminta pihak pengadilan menegakkan hukum dengan seadilnya sesuai fakta yang terjadi.

Selain itu, ia juga menuntut kepada Kapolres Bungo untuk menindak tegas dan mengungkap semua pelaku yang terlibat dalam permasalahan PETI di Kabupaten Bungo.

"Kami meminta aparat penegak hukum menindak tegas semua oknum yang terlibat kasus PETI," ujarnya saat aksi.

Jika Kapolres berhasil menangkap semua oknum yang terlibat, massa mendukung Kapolres Bungo naik pangkat. Namun jika gagal penangani kasus tersebut ia menuntut untuk pencopotan Kapolres Bungo.

Daniel juga mempertanyakan siapa yang dapat membuktikan bahwa informasi Kapolsek yang mengalami luka tusuk saat penertiban oleh masyarakat. Oleh karena itu orator itu meminta Hakim menilai secara objektif.

"Siapa yang bisa membuktikan kalau Kapolsek ditusuk? Nanti kita dalam persidangan," tanyanya.

Apabila keadilan belum terpenuhi, maka aksi massa mengancam akan kembali untuk menjalankan aksi kembali.

Massa langsung disambut Juru Bicara Pengadilan Negeri Muara Bungo, Dwi Pratama Darmawan mengapresiasi aksi yang berjalan dengan tertib. Dia mengatakan pihaknya menerima aspirasi para aksi.

"Aspirasi teman-teman sudah kami terima. Saat ini sedang dalam persidangan dakwaan," ujarnya.

Membebaskan korban yang disampaikan aksi, Dwi menyampaikan sesuai fakta persidangan. KUHAP pasal 183. Dia juga menyampaikan bahwa Pengadilan tidak dapat dan tidak ada intervensi dari siapapun dalam persidangan. Apakah ada suatu pelanggaran pidana nanti akan terbukti dalam fakta persidangan.

"(Objektifitas) sudah tugas hakim," ujarnya.

Terkait alat berat yang diamankan yang menjadi pertanyaan massa aksi, Kapolres Bungo, AKBP Trisaksono Puspo Aji menyampaikan telah diamankan yang saat ini berada dilokasi. Selain itu juga dari razia gabungan itu mengamankan empat tersangka.

"Semuanya masih ada di dalam. Selain itu pengembangannya kita tangkap lagi, ya ini yang perlu rekan rekan tahu, 2,9 gram emas, pemiliknya sudah kita tangkap," katanya.

Pemodal juga diakui Kapolres sudah diamankan dan saat ini masih ditahan. Jika massa aksi tidak percaya, Kapolres menantang untuk membuktikan langsung.

"Kalau tidak percaya silahkan cek. Kita sudah rilis kalau tidak salah dengan rekan rekan wartawan," ujarnya.

Sementara alat berat yang diamankan oleh tim Satreskrim, AKBP Trisaksono menyampaikan sedang dalam proses.

Dia mengakui bahwa saat ini nama-nama pelaku utama PETI tersebut belum dapat dilakukan penangkapan disebabkan melarikan diri. Bahkan alat bukti seperti emas dan lain tersebut dikatakannya hilang saat kerusuhan terjadi.

"Nama tersangkanya sudah kita kantongi, memang saat ini orangnya lari semua," ungkapnya.


Penulis: Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments