Selasa, 24 November 2020

Kasus KDRT di Tanjabbar, Suami Aniaya Istri Hingga Tewas Gara-gara Tak Diberi Uang 20 Ribu


Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:40:51 WIB


/ metrojambi.com

KUALATUNGKAL – Seorang pria bernama Samlan (59), tega menganiaya istrinya sendiri, Arbaiyah, hingga tewas gara-gara tidak diberi uang Rp 20 ribu. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (2/8/2020) pagi di kediaman mereka, di Jalan Diponegiri, Lorong Kenangan Lama, RT 024 Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

Kesal karena permintaannya tidak dituruti, pelaku lantas memukuli korban menggunakan kayu. Hal ini terungkap setelah pelaku diamankan pihak kepolisian dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Tanjabbar.

Kasat Reskrim Polres Tanjabbar AKP Jan Manto Hasiholan saat dikonfirmasi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 05.00 WIB. Pelaku yang saat itu baru bangun tidur, meminta uang Rp 20 ribu kepada istrinya yang sudah bersiap untuk berangkat kerja di pabrik pinang yang berada di wilayah Pembengis.

“Sambil lewat di depan laku yang duduk di ruang tengah, korban mengatakan tidak ada duit. Dan tanpa sengaja saat lewat itu korban tertandeng kaki pelaku,” ujar Jan Manto.

Ditambahkannya, pelaku yang kesal dan emosi langsung mengambil papan sepanjang lebih kurang 92 cm yang ada di dalam rumah. Papan tersebut, kata Jan Manto, dipukulkan pelaku kepada korban berulang kali.

“Usai kejadian pelaku langsung pergi ke rumah ketua RT, memberitahukan bahwa ia bertengkar dengan korban,” kata Jan Manto.

Setelah mendengar pengakuan pelaku, ketua RT lantas pergi ke rumah korban. Tidak lama kemudian, pelaku juga menyusul pulang ke rumah.

Namun sesampainya di rumah, pelaku mendapati korban sudah tidak ada, karena sudah dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan pertolongan. Pelaku kemudian mengambil air untuk membersihkan darah yang berceceran di rumah.

Tidak lama kemudian, warga beramai-ramai mendatangi rumah pelaku, meminta agar pelaku segera kembali ke rumah ketua RT. Pelaku pun menuruti permintaan warga. Tidak lama setelah ia kembali ke rumah ketua RT, petugas kepolisian datang untuk mengamankannya.

Jan Manto mengatakan, menurut keterangan dokter yang melakukan pemeriksaan, korban mengalami luka serius di bagian kepala, sehingga mengakibatkan meninggal dunia.

“Saat ini pelaku kita amankan guna proses lebih lanjut,” pungkasnya.


Penulis: Eko
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments