Selasa, 29 September 2020

Perayaan HUT RI ke 75 di Tanjabtim Tanpa Pesta Rakyat dan Larung Bunga


Kamis, 06 Agustus 2020 | 13:42:45 WIB


Asisten I Setda Tanjabtim, Sutjipto
Asisten I Setda Tanjabtim, Sutjipto / Istimewa

MUARASABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan membatasi jumlah peserta upacara pengibaran bendera merah putih HUT RI ke 75 tahun 2020. Hal itu mengikuti petunjuk dari Kementerian Sekretaris Negara yang berkaitan dengan tata cara pelaksanaan.

"Dari hasil rapat yang baru saja kami laksanakan belum lama ini, upacara HUT RI di Tanjabtim akan dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan dan dengan beberapa pola baru yang tentunya beda dari tahun-tahun sebelumnya," kata Asisten I Setda Tanjabtim, Sutjipto.

Dijelaskannya, untuk rangkaian kegiatan HUT RI ke75 ini sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus. Dimana pada tanggal tersebut kegiatan akan dilaksanakan di gedung DPRD dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan dari Presiden RI.

Selanjutnya, pada tanggal 17 Agustus, pelaksanaan upacara pengibarah bendera akan dilaksanakan pada pagi hari. Dimana nantinya peserta yang hadir pun jumlahnya terbatas, yaitu Lima orang dari setiap perwakilan OPD.

"Sedangkan siswa sekolah tidak dilibatkan. Bahkan untuk petugas pengibar bendera hanya dilakukan tiga orang, sisa anggota Paskibraka yang sudah diseleksi akan menjadi peserta upacara," sebutnya.

Sutjipto menerangkan, seluruh peserta yang akan masuk ke lapangan upacara akan melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Tim Gugus Tugas Covid-19.

Seusai melaksanakan upacara bendera di halaman kantor Bupati Tanjabtim, kegiatan akan dilanjutkan aula kantor Bupati guna melaksanakan dan menyaksikan secara virtual upacara yang dilaksanakan di Istana Negara pada saat memperingati detik-detik proklamasi.

"Untuk pesta rakyat kemungkinan ditiadakan. Sebab, jika mengadakan pesta rakyat akan menghimpun masyarakat banyak atau akan menghadirkan jumlah massa yang banyak, tentunya itu tidak sesuai dengan kondisi sekarang yang berkaitan dengan pencegahan penularan Covid-19," terangnya.

Sementara itu, kegiatan larung bunga yang biasa dilakukan di aliran sungai Batanghari seperti tahun-tahun sebelumnya kemungkinan juga ditiadakan.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments