Kamis, 1 Oktober 2020

Masuki Musim Kemarau, Warga Diminta Tidak Membuka Lahan dengan Cara Dibakar


Jumat, 07 Agustus 2020 | 11:44:49 WIB


Wabup Sarolangun Hilallatil Badri saat meninjau persiapan peralatan penanganan Karhutla
Wabup Sarolangun Hilallatil Badri saat meninjau persiapan peralatan penanganan Karhutla / Istimewa

SAROLANGUN - Kabupaten Sarolangun mulai memasuki musim kemarau sejak Juli 2020 lalu. Menjadi salah satu daerah rawan terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Kathutla), membuat Wakil Bupati Sarolangun H Hillalatil Badri memberikan peringatan keras kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Belajar dari tahun sebelumnya dimana kabut asap terjadi hampir di seluruh Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Sarolangun. Ini merupakan salah satu dampak buruk dari Karhutla yang harus kita hindari," terang Wabup kepada Metro Jambi, Jumat (7/8).

Sebagai upaya antisipasi, Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah menetapkan status siaga untuk Kathutla. Beberapa instansi terkait di lingkungan Pemkab Sarolangun hingga instansi vertikal pun telah membentuk tim gabungan untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya Karhutla di Sarolangun.

"Tidak hanya tim yang sudah dibentuk, namun semua peralatan pemadaman api juga sudah kita siapkan sebagai langkah cepat meminimalisir dampak Karhutla," paparnya.

"Mudah-mudahan tahun ini tidak terjadi Karhutla dalam skala besar di Sarolangun. Selain dampak buruk terhadap lingkungan, juga berpengaruh besar terhadap kesehatan masyarakat banyak jika terjadi bencana kabut asap," tambahnya.

Terpisah, Kepala BPBD Sarolangun Trianto mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) pihaknya secara rutin melaksanakan pematauan di beberapa titik rawan Karhutla.

"Ada beberapa kecamatan yang termasuk rawan Karhutla. Mulai dari Pauh, Limun, Batang Asai, Mandiangin dan Bathin VIII," ujarnya.

Selain melakukan pantauan di lapangan, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di wilayah perkebunan dan hutan.

"Saat musim kemarau banyak masyarakat yang membuka lahan dengan cara dibakar. Selain mudah juga murah biaya. Jadi ini yang penting kita sosialisasikan dan mengajak mereka bersama-sama mencegah Karhutla," tuntasnya.


Penulis: cr6
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments