Kamis, 1 Oktober 2020

Izin Baru Usaha Pertambangan Batubara Serta Galian C Ditangguhkan


Minggu, 09 Agustus 2020 | 21:40:21 WIB


Salah satu lokasi galian C di Kabupaten Kerinci, Jambi
Salah satu lokasi galian C di Kabupaten Kerinci, Jambi / dok.metrojambi.com

 JAMBI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi kini menangguhkan perizinan baru pertambangan mineral batubara, maupun izin usaha pertambangan batuan (galian C). Hal itu menunggu turunan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 yang menggantikan Undang-Undng No 4 tahun 2009 yang belum lama ini disahkan oleh DPR RI.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi Hary Andria mengatakan, kepastian pelimpahan perizinan paling lambat November nanti.

"Untuk sementara perizinan baru disetop dulu, menunggu turunan dari undang-undang ini. Apakah perizinan tetap dilimpahkan ke provinsi atau ditarik ke pusat kita tidak tahu, kepastiannya paling lambat November lah," ujarnya.

Namun Hary menyebutkan, untuk perizinan yang sudah ada tetap berjalan dan diawasi. "Mungkin tahun 2021 mulai dengan UU yang baru," kata Hary.

Dikatakannya lagi, pada perinsipnya dalam UU Minerba terbaru ini semua perizinan dilimpahkan ke pusat. Namun nanti ada beberapa kewenangan akan dilimpahkan ke daerah.

"Ini yang akan dibicarakan yang mana akan dilimpahkan, tapi kemungkinan perizinan pertambangan rakyat dengan batuan akan dilimpahkan ke gubernur," terangnya.

Ditanya berapa jumlah izin pertambangan batuan (galian C) yang ada di Provinsi Jambi saat ini, Hary mengatakan jumlahnya ada 100 lebih. Dia pun mengakui bahwasanya banyak galian C yang beroperasi di lapangan tanpa izin alias Ilegal, terutama di Kabupaten Muaro Jambi dan Batanghari di sepanjang sungai Batanghari.

"Yang tak berizin tetap ada. Itu tetap kita pantau terus," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments