Minggu, 20 September 2020

Dewan Pertanyakan Keseriusan Aparat Tangani PETI di Bungo


Kamis, 16 Juli 2020 | 14:56:46 WIB


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bungo, Darmawan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bungo, Darmawan / Istimewa

MUARABUNGO - Kasus penertiban dan penangkapan terhadap pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat sampai saat ini masih hangat dibincangkan.

Pasalnya, sampai saat ini hanya pekerja dan masyarakat yang melakukan pengadangan terhadap petugas yang ditangkap dan diproses hukum.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bungo, Darmawan saat dimintai tanggapan meminta aparat tidak tebang pilih dalam menangani kasus tersebut.

Ia menilai saat ini aparat hanya fokus pada penanganan kasus penghadangan terhadap petugas dan penikaman Kapolsek Pelepat saat melakukan penertiban. Sedangkan yang menjadi permasalahan awal tidak terlihat lagi pengembangannya.

"Persoalan awalnya jelas karena PETI. Tapi kenapa sampai sekarang belum ada pemilik alat berat, pemodal dan pembekingnya belum ada yang ditangkap. Tapi katanya kemarin sudah mengantongi nama," ucap Darmawan, Kamis (16/07/2020).

Darmawan meyakini aparat sudah mengetahui siapa dalang dibalik aktifitas ilegal tersebut. Namun belum pernah ada yang dipanggil dan diperiksa.

"Saya rasa semua tahu, banyak pejabat yang terlibat. Tapi belum tersentuh. Kenapa cuma masyarakat saja yang dihukum. Jika seperti ini saya takutnya nanti masyarakat hilang kepercayaan terhadap aparat," tutup Darmawan.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Polres Bungo melakukan razia PETI menggunakan alat berat di Dusun Batu Kerbau. Diperjalanan pulang usai razia, petugas dihadang oleh ratusan masyarakat hingga terjadi kerusuhan.

Dalam kejadian tersebut Kapolsek Pelepat AKP Hendri sempat ditikam oleh masyarakat dan mobil operasional polisi ikut dirusak. Tak tinggal diam, kemudian polisi turun dan berhasil menangkap para pelaku.

Atas kejadian tersebut 17 orang masyarakat ditetapkan sebagai tersangka. Saat pelimpahan perkara sempat terjadi pertengkaran antara penyidik dan jaksa yang menangani kasus tersebut terkait pasal yang didakwakan.


Penulis: Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments