Jumat, 18 September 2020

Dinas PUPR Tanjab Timur Anggarkan Dana untuk Pembangunan Jalan di Simbur Naik


Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:23:31 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MUARASABAK - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) pada tahun 2020 ini, telah menganggarkan dana sebesar Rp 2.600.000.000 untuk rehab jalan dari Desa Lambur II menuju Desa Simbur Naik sepanjang 260 meter.

Selain itu, dilakukan juga pengerasan (klas B) sepanjang 600 meter dan fungsional sepanjang 10 kilometee. Artinya, di tahun ini ada pengerjaan jalan sepanjang kurang lebih 11 kilometer.

Risdiansyah, kepala Dinas PUPR Tanjab Timur mengatakan, setiap tahun anggaran untuk jalan menuju ke Desa Simbur terus dianggarkan. Dimana pada 2019 lalu telah digelontorkan sebesar Rp.2.500.000.000 untuk penanganan perkerasan (Klas B) sepanjang 2.100 km dan geotexstil, ditahun 2018 lalu, telah dianggarkan juga sebesar Rp.2.000.000.000 untuk rigid beton sepanjang 500 meter.

"Dan di tahun 2015 lalu, juga dianggarkan 3.4000.000.000 untuk peningkatan jalan aspal sepanjang dua kilometer," ujarnya.

"Meskipun di tahun 2020 ini anggaran kita terpangkas sebesar 50 persen untuk penanganan Covid-19, namun tetap dimaksimalkan untuk pembangunan," sambungnya.

Kemudian ia merinci, bahwa di tahun 2014 lalu telah dikerjakan peningkatan jalan aspal sepanjang 3 km dengan anggaran Rp 4.363.306.500, sedangkan di tahun 2013, juga dianggarkan peningkatan jalan sepanjang 6 km.

"Jika kalkulasikan untuk pengerjaan jalan dari Desa Lambur II menuju Desa Simbur Naik dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2020 ini mencapai 26.480.568.270," bebernya.

Selain pengerjaan jalan, terdapat juga pengerjaan jembatan dan box. Di tahun 2019 lalu untuk pengerjaan jembatan teralokasi sebesar Rp 28.005.471.541 dan untuk box sebesar Rp 7.000.000.000.

"Sedangkan di tahun 2020 ini kita kembali menganggarkan untuk pengerjaan jembatan dengan anggaran sebesar 14.197.500.000 dan untuk box sebesar 3.4000.000.000," paparnya.

"Jadi, kalau ada kerusakan berarti jalan tersebut telah dilalui ataupun dipakai. Yang jelas jalan itu pernah bagus dan kenapa jalan itu rusak, berarti dipakai oleh kendaran yang memang bertonase lebih berat dari yang direncanakan dulu. Dan pada intinya perekonomian masyarakat setempat saat ini meningkat," lanjutnya.

Ia juga mengulas bahwa untuk kondisi jalan di Tanjab Timur ini beragam ataupun bermacam, karena Tanjab Timur merupakan daerah rawah dan gambut. Sehingga pembangunan ataupun pengerjaannya butuh proses dan secara bertahap.

"Kalau jalan gambut kita paksakan langsung jadi, akan menjadi sia sia. Karena memang tidak bisa di paksakan. Bahkan kita sudah mencoba memakai kontruksi rigid beton, cuma untuk biayanya cukup besar, maka dari itu dikerjakan secara bertahap," ulasnya.

Dikatakannya lagi, untuk pembangunan jalan di tahun 2020 ini menjadi fokus prioritas adalah jalan antar Kecamatan menuju Kabupaten, contohnya, jalan Kabupaten menuju Kuala Jambi, Kabupaten menuju Mendahara.

"Nipah Panjang dan Sadu sudah untuk konsentrasi ke sana. Memang pengaruh anggaran saat ini sangat berpengaruh betul. Namun secara fungsional tetap kita gerakkan alat alat kita yang ada," tegasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments