Jumat, 18 September 2020

Wacana Merger Beberapa Sekolah Sedang Dikaji


Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:59:21 WIB


Wakil Wali Kota Jambi, Maulana
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana / Istimewa

JAMBI- Pemerintah Kota Jambi berencana melakukan merger beberapa sekolah baik tingkat SD maupun SMP di Kota Jambi.

Merger tersebut dilakukan selain kekurangan siswa juga karena bangunan sekolah yang belum permanen. Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Maulana beberapa waktu lalu.

Dikatakan Maulana, beberapa sekolah yang rencananya akan dimerger adalah SMPN 3 dan SMPN 13. Sebab, hal ini juga berkaitan dengan rencana pengembangan RSUD Abdurrahman Sayoeti yang berada di Seberang Kota Jambi.

“Itu sedang dikaji untuk penggabungannya. Karena beberapa hal, selain jumlah muridnya yang sedikit juga berkaitan dengan perluasan area RSUD Abdurrahman Sayoeti,” kata Maulana.

Maulana menjelaskan, bahwa sebelumnya rencana tersebut memang sudah pernah digulirkan. Tapi ada beberapa masyarakat yang kurang sepakat. Warga
menginginkan agar setiap kecamatan tetap ada sekolah.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Jasrul mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji hal itu. Nantinya akan dibahas bersama dengan dinas pendidikan dan juga anggota komisi IV lainnya. “Nanti kita bahas di komisi bersama dengan dinas pendidikan, termasuk juga penggabungan sekolah
dasar yang di rasa jumlah muridnya tidak memadai,” ujarnya.

Jasrul mengatakan, selain kondisi siswa, beberapa bangunan sekolah juga menjadi perhatian pihaknya. Sebab, ada beberapa sekolah yang kondisi sarana dan prasarananya belum memadai. Seperti kondisi meja dan kursi belajar banyak yang rusak, juga ruang perpustakaan dan laboratorium komputer.

“Tentu hal ini juga akan kami bahas. Sebab, nantinya pada saat penganggaran akan kami prioritaskan, karena memang jika dilihat kondisinya tidak layak,”
katanya. Beberapa sekolah yang kondisi meja dan kursi belajarnya kurang
baik adalah di SMPN 7, SMPN 22, SMPN 3, dan lainnya. “SMPN 7 saja
yang kita anggap sebagai sekolah yang besar, kondisi kursi dan meja siswa
banyak yang rusak,” pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments