Senin, 8 Maret 2021

Keberatan Disebut Terima Gratifikasi Dari Pengusaha, Arfan akan Ajukan Eksepsi


Rabu, 02 September 2020 | 15:11:45 WIB


Sidang virtual kasus gratifikasi dengan terdakwa mantan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi, Arfan
Sidang virtual kasus gratifikasi dengan terdakwa mantan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi, Arfan / Metrojambi.com

JAMBI - Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepal Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, Arfan akan mengajukan nota keberatan (eksepsi, red) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendakwa dirinya menerima uang miliaran rupiah sebagai gratifikasi dari pengusaha rekanan proyek di Jambi tahun 2017 lalu.

Helmi, penasehat hukum Arfan mengatakan, ada beberapa poin dalam dakwaan JPU yang tidak tepat. Oleh karena itu, kata Helmi, pihaknya akan mengajukan eksepsi.

“Kami akan melakukan eksepsi terhadap dakwaan yang mulia, berupa jumlah uang yang diterima klien kami,” kata Helmi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (2/9/2020).

Selain itu, Helmi mengatakan bahwa kliennya juga mempertanyakan kenapa perkaranya tidak digabung. “Pak arfan juga menanyakan kenapa perkaranya tidak digabung,” katanya.

Setelah mendengarkan tanggapan dari pihak terdakwa, majelis hakim lantas menunda persidangan. Majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya untuk mengajukan nota eksepsi.

Untuk diketahui, saat ini Arfan juga tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Jambi karena menjadi terpidana dalam kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments