Minggu, 17 Januari 2021

Sekolah di Wilayah Zona Kuning dan Hijau Akan Kembali Aktif Belajar Tatap Muka


Kamis, 03 September 2020 | 10:53:52 WIB


Pj Sekda Sudirman saat mengikuti video conference bersama Kemendikbud Dan Kemendagri RI
Pj Sekda Sudirman saat mengikuti video conference bersama Kemendikbud Dan Kemendagri RI / Metrojambi.com

JAMBI - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) kembali memperbolehkan pemberlakuan belajar tatap muka di sekolah. Namun pemberlakuan ini hanya untuk sekolah yang berada pada zona kuning dan hijau dengan peluncuran kurikulum dalam kondisi khusus atau darurat.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekda Sudirman, Rabu (2/9/2020) siang, mengikuti rapat terbatas melalui video conference bersama Kemendikbud dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, bertempat di ruang kerja kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Jambi.

Pada rapat terbatas tersebut disampaikan langsung oleh Mendikbud Nadiem Makariem bahwa terdapat tiga poin penting yang harus segera di tindak lanjuti oleh pemerintah daerah. Pertama, sekolah di zona hijau dan kuning di perbolehkan melakukan pembukaan kembali dan zona lain masih di larang.

Kedua, dibukanya kembali sekolah dengan belajar tatap muka ini di perbolehkam dengan peluncurnan kurikulum kondisi khusus atau darurat. Kemudian ketiga, pemberian modul pembelajaran bagi PAUD dan SD.

Sedangkan untuk daerah yang berada di zona orange dan merah tetap dilarang melakukan pembelajaran tatap muka disatuan pendidikan, sekolah padazona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) ppovinsi Jambi, Sudirman menyampaikan, pihaknya akan segera menindak lanjuti perintah untuk kembali mengaktifkan sekolah tatap muka, namun pemberlakukan sekolah ini harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan kurikulum darurat (dalam kondisi khusus).

"Kurikulum darurat ini yakni dengan menyederhanakan kurikulum yang sudah ada, dimana hanya kurikulum mata pelajaran pokok saja bukan membuat kurikulum baru. Ada kurikulum yang akan dipakai yaitu kurikulum 2013 dan kurikulum yang terbaru," tuturnya.

Mendikbud juga menyerahkan kepada Disdik atau sekolah, kurikulum mana yang akan dipakai diserahkan kepada daerah yang bersangkutan untuk memilih.

"Pada prinsipnya kurikulum darurat merupakan penyederhanaan pendidikan, jam belajar dikurangi serta jarak tempat duduk juga diatur. Mata pelajaran pokok saja yang diutamakan, tidak seluruh mata pelajaran yang dipelajari disekolah. Tetapi diutamakan yang berkolerasi langsung dengan ujian nasional," terang Sudirman.

Sudirman juga menyebutkan pembelajaran tatap muka di suasana Covid-19 ini, Mendikbud juga memerintahkan pemerintah daerah untuk melakukan kontrol dengan menugaskan aparat seperti Pol PP, TNI maupun POLRI pada satuan pendidikan.

"Penugasan ini di upayakan untuk melakukan pengetatan penerapan dapengawasan protokol kesehatan di sekolah," tandasnya.

Namun seperti diketahui pada periode 24-30 Agustus lalu, wilayah provinsi Jambi sebagian besar berada di zona kuning dan hanya di Kabupaten Batanghari saja yang berada di zona orange.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments