Kamis, 22 Oktober 2020

Tekan Angka Kasus Asusila yang Melibatkan Anak, Orang Tua Diminta Awasi Penggunaan Ponsel


Rabu, 09 September 2020 | 19:00:05 WIB


/ Metrojambi.com

 KUALATUNGKAL - Jumlah kasus asusila yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun pelaku di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), hingga saat ini masih cukup tinggi.

Kabid Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanjabtim, Agus Sumantri mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan masih tingginya angka kasus asusila yang melibatkan anak, dimana yang paling dominan adalah handphone atau ponsel.

"Faktor lainnya yakni masalah ekonomi, tidak adanya aktivitas atau kegiatan, teknologi informasi yang saat ini mudah diakses, serta faktor lainnya," ujar Agus, Rabu (9/9/2020).

Agus berharap peran orang tua dalam melakukan pengawasan anak harus lebih di tingkatkan. Apalagi, kata Agus, penggunaan ponsel yang saat ini bisa dikatakan hampir semua anak menggunakannya, tentu harus lebih ekstra pengawasannya

"Sebenarnya harus ada pengawasan dari orang terdekat, seperti orang tua. Peran mereka sangat penting," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus mengatakan berdasarkan data yang mereka miliki, sepanjang tahun 2020 ini tercatat ada 14 kasus yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun pelaku.

"Dari Januari sampai Juli, laporan yang masuk ke kita ada 14. Kasusnya macam-macam. Tapi memang yang menjadi sorotan kasus asusilanya," ujarnya.

Dikatakannya lagi, perkembangan teknologi, kurangnya pengawasan, hingga tidak adanya kegiatan positif di tengah pandemi Covid-19 menjadikan masyarakat berpikir mengarah pada hal negatif.

"Jadi memang kebebasan terhadap anak di bawah umur ini menjadi anak bebas untuk melakukan tindakan negatif. Pengawasan orang tua atau keluarga ini yang perlu di tekankan, karena memang kan keluarga menjadi protek pertama," tandasnya.


Penulis: Eko
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments