Selasa, 24 November 2020

Penangkapan Komplotan Perampok di Tanjabbar Bermula Dari Kecurigaan Terhadap Pasien RSUD Daud Arif


Jumat, 11 September 2020 | 22:39:39 WIB


/ Metrojambi.com/Eko Siswono

KUALATUNGKAL - Enam dari tujuh orang pelaku perampokan terhadap Ibrahim (50), toke pinang yang beralamat di Sungai Gobar, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) pada Jumat (11/9/2020) dini hari, berhasil ditangkap pihak kepolisian.

Keenam pelaku yakni Aliyasman alias Ilyas (41), Midi (29), dan Rabak alias Daeng (46) yang berperan sebagai eksekutor, serta Abdul Halim, Kaspul Anwar (50), dan Jumairi (35) yang berperan memantau situasi.

Kasat Reskrim Polres Tanjabbar, AKP Jan Manto Hasiloan mengatakan, penangkapan terhadap keenam pelaku bermula dari kecurigaan terhadap salah seorang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif, Kualatungkal.

Jan Manto mengatakan, awalnya ia datang ke rumah sakit untuk memintai keterangan korban yang tengah dirawat. Pada saat bersamaan, juga ada pasien yang tengah dirawat karena mengalami luka di tangan dan kepala akibat benda tajam.

Belakangan diketahui jika pasien tersebut adalah Aliyasman, salah seorang pelaku perampokan terhadap korban. Aliyasman sendiri terluka karena korban melakukan perlawanan dengan menggunakan parang.

Dikatakan Jan Manto, Aliyasman diantar ke rumah sakit oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya. Jan Manto sempat menanyai pria tersebut, dan mengaku pasien (Aliyasman, red) terluka karena terkena kipas pompong.

"Keterangan yang diberikan mencurigakan. Jika terkena kipas pompong, kenapa harus luka di kepala dan tangan," ujar Jan Manto.

Namun saat akan melakukan pendalaman, pria yang mengantarkan Aliyasman ke rumah sakit menghilang. Pihaknya, lanjut Jan Manto, lantas memeriksa rekaman CCTV rumah sakit.

"Setelah kita lihat CCTV rumah sakit, ternyata ada kemiripan antara keterangan korban dengan pria yang mengantarkan orang (Aliyasman, red) yang terluka tersebut," kata Jan Manto.

Ditambahkan Jan Manto, begitu siuman pihaknya langsung menginterogasi Aliyasman. Ia kemudian mengaku sebagai pelaku perampokan terhadap korban, bersama beberapa orang lainnya.

Lebih lanjut Jan Manto mengatakan, berbekal pengakuan Aliyasman dan rekaman CCTV rumah sakit, pihaknya lantas bergerak dan berhasil menangkap Rabak alias Daeng di kawasan Teluk Nilau.

Hasil pengembangan, kata Jan Manto, pihaknya berhasil menangkap Kaspul Anwar dan Abdullah Halim. Keduanya ditangkap tidak jauh dari lokasi penangkapan Rabak alias Daeng.

"Pelaku bernama Misi dan Jumairi juga kita tangkap di lokasi berbeda. Satu di Muntialo, dan satunya lagi di Ilir," ujar Jan Manto.

Dikatakannya lagi, dari hasil pemeriksaan diketahui jika pelaku berjumlah tujuh orang. "Pelaku yang merencanakan aksi masih kita cari," ucapnya.

Selain keenam pelaku, Jan Manto mengatakan pihaknya juga mengangankan barang bukti berupa jam tangan, uang Rp 900 ribu, pisau, serta senjata airsoft gun.

"Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan," pungkasnya.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments