Rabu, 21 Oktober 2020

Tidak Patuhi Protokol Kesehatan, Puluhan Orang di Jambi Terjaring Razia Yustisi


Senin, 14 September 2020 | 17:12:33 WIB


Puluhan orang terjaring razia yustisi di depan Mapolda Jambi, karena tidak mematuhi protokol kesehatan
Puluhan orang terjaring razia yustisi di depan Mapolda Jambi, karena tidak mematuhi protokol kesehatan / Metrojambi.com/Novri

JAMBI – Puluhan orang terjaring dalam razia Yustisi yang digelar personel Banops Aman Nusa II Polda Jambi, Minggu dan Senin (13-14/2020). Razia digelar di dua lokasi berbeda, yakni di depan Mapolda Jambi dan Pasar Angsoduo Kota Jambi.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, mengatakan razia dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 tersebut juga melibatkan TNI, serta Forkopimda Provinsi Jambi.

“Razia Yustisi ini merupakan kegiatan gabungan dari TNI-Polri dan Forkopoimda Jambi, yang dimulai sejak Minggu sore kemarin, hingga dilanjutkan hari ini,” ujar Kuswahyudi, Senin (14/9/2020).

Mantan Kapolres Tanjab Barat itu menyebutkan, sasaran dari razia Yustisi ini adalah pengguna jalan yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Hasil razia masih banyak ditemukannya pelanggaran oleh masyarakat pengguna jalan, khususnya roda dua. Mereka tidak mematuhi anjuran pemerintah dan tidak mengikuti protokol kesehatan, salah satunya tidak menggunakan masker,” bebernya.

Kuswahyudi menambahkan, Minggu (13/9/2020) kemarin ada 54 orang pelanggar protokol kesehatan yang terjaring, terdiri dari 34 orang pria dan 20 orang wanita. Sementara itu hari ini, Kuswahyudi mengatakan ada 40 orang yang terjaring.

Lebih lanjut Kuswahyudi mengatakan, mereka yang melanggar diberikan teguran dan hukuman berupa sanksi denda uang sebesar Rp 50.000, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengucapkan Pancasila, dan juga push up sebanyak 10 kali.

“Untuk petugas, tingkatkan kewaspadaan terhadap di sekeliling tempat bertugas hindari pelanggaran sekecil apapun, sehingga nantinya tidak menurunkan citra dan martabat Anggota polri di lapangan, tetap semangat pamrih selama melaksanakan tugas ikhlas dan tulus,” bebernya.

Dikatakannya lagi, kehadiran TNI dan Polri di tempat-tempat publik bukan untuk menimbulkan kekhawatiran, dan juga bukan untuk menimbulkan ketakutan.

Kuswahyudi mengatakan, TNI-Polri dikerahkan untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat dalam rangka memasuki fase new normal atau tatanan kehidupan baru.

“Ini semata-mata untuk membantu masyarakat, mengingatkan satu sama lainnya agar betul-betul taat dan patuh kepada protokol kesehatan,” pungkasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments