Jumat, 18 September 2020

Tim Gabungan Amankan 30 Kubik Kayu dan Bakar 20 Pondok di Lokasi Pembalakan Liar


Rabu, 16 September 2020 | 12:02:58 WIB


/ Novri/Metrojambi.com

JAMBI - Barang bukti kayu hasil tangkapan Tim operasi gabungan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Korem 042 Garuda Putih, Polda Jambi, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, dan Balai Taman Nasional Berbak Sembilang, saat ini telah berada di kantor Dinas Kehutanan.

Barang bukti kayu sebanyak 30 kubik tersebut berhasil diangkut dari lokasi pembalakan liar dengan menggunakan truk.

"Saat ini barang bukti kayu yang telah dibawa ke kantor Dinas Kehutanan sebanyak 30 kubik. Masih banyak lagi di lokasi karena sulit untuk dikeluarkan," ujar Danrem 042/Gapu, Brigjen TNI M. Zulkifli, Rabu (16/9/2020).

Zulkifli menyebutkan, kayu jenis meranti, punak, dan lainnya itu diamankan dari penangkapan terhadap tiga orang pelaku pembalakan liar.

Selain mengamankan barang bukti kayu, Zulkifli mengatakan tim gabungan juga telah melakukan pemusnahan terhadap pondok yang berada di lokasi pembalakan liar, agar tidak lagi bisa digunakan.

"Selain barang bukti kayu, ada 20 pondok yang kita hancurkan dan rel sepanjang dua kilometer kita lakukan pemusnahan. Ini bermaksud agar pelaku pembalak liar tidak bisa lagi melakukan pembalakan liar yang dapat merugikan masyarakat sekitar," bebernya.

Dikatakannya lagi, operasi ini merupakan upaya penyelamatan sumber daya alam di wilayah Sumatera, khususnya Jambi, karena hasil monitoring lokasi operasi yang berada di perbatasan Jambi dan Sumsel merupakan wilayah yang sangat rawan pembalakan liar dan karhutla.

"Karena ini ada tanda tanda positif jadi rencana kedepan kegiatan kegiatan ini akan kita lanjutkan lembali, sehingga kita buat lah tim gabungan agar dapat menindak para pelaku pelaku lainnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Bestari mengatakan lokasi pembalakan ini berada di satu perbatasan kawasan Hutan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.

"Barang bukti Kayu yang berhasil kita bawa hanya 30 kubik, dan diperkirakan masih ada banyak lagi di lapangan namun sulit untuk dikeluarkan. Kemarin dapat laporan dari anggota dil apangan ada 1.700 batang kita lakukan penyincangan menggunakan alat pemotong mesin sinso. Ini dikarenakan lokasi medan yang sulit untuk kita lakukan pengeluaran barang bukti tersebut," ungkap Bestari.

Diberitakan sebelumnya, tim operasi gabungan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Korem 042 Garuda Putih, Polda Jambi, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dan Balai Taman Nasional Berbak Sembilang menangkap tiga orang pembalak liar di Muaro Jambi.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments