Jumat, 18 September 2020

Tidak Ada Uang Pelicin, Pengurusan Pencairan DD dan Anggaran SKPD di DPPKAD Kerinci Dipersulit


Rabu, 16 September 2020 | 12:58:03 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

KERINCI – Sejumlah kepala desa (Kades) dan bendara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengaku sering dipersulit dalam pengurusan pencarian Dana Desa maupun anggaran OPD di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kerinci.

“Itu sering terjadi. Kita kasihan dengan teman-teman yang desanya jauh dari kantor Bupati Kerinci, harus bolak balik hingga sore mengurus pencairan dana di DPPKAD,” ungkap salah seorang kades yang enggan disebutkan namanya, Rabu (16/9/2020).

Ditambahkannya, berbagai alasan dilontarkan pihak DPPKAD Kerinci kepada para kades, seperti persyaratan belum lengkap dan sebagainya. Kondisi inilah yang seringkali membuat realisasi Dana Desa sering terhambat.

“Makanya sering kita lihat kades sibuk kerja di akhir tahun. Itu bukan disengaja, tapi memang anggaran lambat turun. Beda dengan kades yang ada orang dalam dan mau mengikuti segala aturan yang dibuat, maka akan dengan mudah pencairan,” bebernya.

Tidak hanya para kades, sejumlah bendaharawan OPD Pemkab Kerinci juga mengeluhkan kondisi yang sama. Namun para bendahara SKPD tidak bisa berbuat banyak, apalagi protes lantaran takut urusannya makin sulit.

“Sering sekali proses pencairan anggaran kita terlambat, sampai-sampai kita mesti bolak balik ke DPPKAD Kerinci. Ada-ada saja kesalahannya. Kita tidak berani protes karena terima atau tidak terima DPPKAD Kerinci merupakan juru kunci dari Pemkab Kerinci,” sebut bendaharawan salah satu OPD Pemkab Kerinci.

Bahkan para kades dan Bendahara SKPD mengaku dimintai uang dari Rp 300 ribu - Rp 500 ribu satu kali pengurusan untuk pencairan Dana Desa dan Anggaran SKPD. “Kalau tidak diberi uang, kita takut pengurusan dihambat,” ujar salah seorang pengurus desa di Kerinci.

Sejauh ini, belum diperoleh keterangan dari pihak DPPAKD terkait informasi adanya pratik pungutan liar tersebut.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments