Selasa, 20 Oktober 2020

Warga Kayu Aro Barat Kerinci Minta Kerusakan Jalan Pertanian Segera Diperbaiki


Senin, 20 Januari 2020 | 15:51:52 WIB


Salah satu lokasi jalan rusak di Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci
Salah satu lokasi jalan rusak di Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci / metrojambi.com

KERINCI – Kerusakan jalan saat ini terjadi di sejumlah daerah dalam Kabupaten Kerinci. Selain di Kecamatan Gunung Raya, kerusakan jalan cukup paran juga terjadi di Kecamatan Kayu Aro Barat.

Salah satunya jalan Desa Kebun Baru menuju N satu. Pantauan metrojambi.com, nyaris tidak lagi terlihat aspal menutup badan jalan yang juga menjadi akses jalan produksi bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian mereka.

“Jalan di desa kami dalam kondisi rusak parah. Jalan kini dipenuhi lubang besar yang menganga," ungkap Allatif, warga Kayu Aro, Senin (20/1/2020).

Ditambahkannya, kerusakan jalan di wilayah tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun hingga saat ini belum mendapat perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci.

"Tolong diperhatikan jalan kami yang sudah rusak parah, terutama kepada Pemkab Kerinci serta anggota DPRD dapil kami," pintanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kayu Aro, Reno, mengatakan bahwa jalan tersebut sudah masuk dalam pokok-pokok pikiran dewan. Dikatakan Reno,, pada tahun 2018 dan 2019 lalu sudah diusulkan dalam Musrebang kecamatan juga menjadi salah satu prioritas Kecamatan Kayu Aro Barat agar dibangun.

"Namun pada 2019 yang lalu, belum juga dibangun, hingga saat ini jalan semakin rusak dan berlubang. Apalagi musim hujan, tanah dan lumpur sudah kelihatan, jadi kami mewakili masyarakat sangat berharap di 2020 ini bisa di aspal," ungkap Reno.

Anggota DPRD Kerinci ini menyebutkan bahwa jalan tersebut merupakan salah satu akses jalan yang digunakan masyarakat untuk membawa hasil pertanian turun. "Itu jalan ekonomi satu-satunya yang terdekat, jika lewat bedeng delapan terlalu jauh, dimana jalan untuk dilalui pengangkut hasil tani dan jalan masyarakat ke ladang," ungkapnya.

Dikatakannya lagi, selain akses membawa hasil pertanian, jalan ini juga sering dilalui para pejabat, baik Dinas, Bupati, Gubernur, bahkan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, jadi tidak mungkin dinas PUPR tidak mengetahui.

"Apakah Dinas PUPR sebelum perencanaan tidak melaksanakan survey, mana jalan yang harus diprioritaskan dibangun, mana yang kondisi top, sedang atau buruk," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments