Rabu, 28 Oktober 2020

Pemkot Ajukan Pinjaman ke PT SMI

Jadikan Danau Sipin Wisata Unggulan

Senin, 03 Agustus 2020 | 11:56:33 WIB


Walikota Sy Fasha
Walikota Sy Fasha / Istimewa

JAMBI- Danau Sipin diproyeksikan menjadi wisata unggulan Kota Jambi. Pembangunan objek wisata air tersebut sudah digarap sejak 2017 lalu. Meski belum rampung 100 persen, kini wajah Danau Sipin sudah berubah.

Pembangunan objek wisata Danau Sipin tersebut dalam perencanaan awalnya akan
menghabiskan anggaran Rp 120 Miliar. Kini realisasi pembangunan wisata itu sudah berjalan 50 persen, lebih kurang sudah menghabiskan anggaran Rp 60 Miliar.

Untuk menyelesaikan 50 persennya, Pemerintah Kota Jambi memiliki program percepatan pembangunan. Upayanya melakukan pinjaman dana ke PT SMI. Pada pengajuannya Pemkot Jambi mengusulkan pinjaman tersebut sebesar Rp 400 M, di dalamnya termasuk ada anggaran untuk merampung project wisata Danau Sipin.

Kepala bidang Ciota Karya Dinas PUPR Kota Jambi Momon Sukmana Fitra mengatakan, untuk kelanjutan pembangunan wisata Danau Sipin tersebut,
ada beberapa project yang akan dibuat. Terutama memperpanjang jalur jogging track.

Selain itu sebut Momon, juga akan dibangunan jembatan yang menghubungkan belahan Danau Sipin, pembangunan restoran apung, pembangunan sky walk, rest area hingga air terjun buatan.

“Perencanaannya sudah ada sejak awal,” kata Momon Sukma. Momon menyebutkan, dari perencanaan awal tersebut memang ada sedikit perubahan, yakni perencanaan jembatan yang menghubungkan belahan Danau Sipin. Awalnya sebut Momon pada perencanaan konsep jembatan yang dibuat yakni menghabiskan anggaran Rp 60 M. Namun dengan mengingat anggaran yang besar, sehingga
perencanaan jembatan sepanjang 700 meter itu tersebut digodok ulang.

“Konsep jembatan awal terlampau mahal. Jika sudah disederhakan konsep pembangunan jembatatan tersebut, maka diperkirakan akan menelan anggaran
Rp 6-7 M,” imbuhnya.

Kepala bappeda Kota Jambi Suhendri, terkait perkembangan pinjaman dana ke PT SMI mengatakan, pihaknya sudah mendapat secercah harapan setelah ada
rekomendasi Kemendagri. Ia menyebutkan, dengan begitu Pemkot Jambi memiliki potensi melakukan pinjaman mencapai Rp 387 miliar dari total yang diajukan hampir mencapai Rp 400 miliar.

“Cuma, inikan baru rekomendasi dari Depdagri berdasarkan potensi pengembalian dan kemampuan keuangan daerah kita untuk mengembalikan peminjaman itu,” kata Suhendri.

Namun lanjut Suhendri, tetap ada proses-proses yang harus dipenuhi, untuk
dapat mengoptimalkan bantuan tersebut. Bahkan sangat diharapakan semua potensi tersebut bisa dapat digunakan untuk membantu percepatan pembangunan di Kota Jambi.

Mengenai syarat yang harus disiapkan seperti, Fisibility Study (FS), izin lingkungan, Detail Engineering Design (DED) yang telah digarap pihaknya. “Beberapa waktu lalu juga sudah berkomunikasi dengan PT SMI. Pemerintah
hanya sebagai penjamin, SMI lah yang akan memutuskan projek-projek yang diusulkan siap atau tidak,” jelasnya. Kemudian, FS yang telah rampung nantinya akan diverifikasi oleh PT SMI. Baik kelayakan projek nya, dan lainnya yang akan dikaji sesuai ketentuan mereka. Sebagai pihak yang akan
memberikan pinjaman.

“Tahapannya saat ini tengah merampungkan FS, apa yang perlu diperbaiki jika ada kekurangan. Setelah itu baru diverifikasi sesuai tim-tim PT SMI yang ada. Tim SMI nanti akan melihat kesiapan kita juga,” katanya.

Untuk diketahui, ada 12 pengajuan item ke PT SMI seperti pembangunan Gedung
Parkir di eks Istana Anak-anak sebesar Rp 35 miliar, penataan pedestrian dan box ultilitas di kawasan Pasar Kota Jambi sebesar Rp 25 miliar, Terminal Rawasari sebesar Rp 15 miliar, RSUD Abdurachman Sayoeti sebesar Rp 30
miliar, gedung serba guna sebesar Rp 35 miliar, Sport Center sebesar Rp
80 miliar.

Kemudian, proyek kawasan ekowisata Danau Sipin sebesar Rp 50 miliar, pengembangan Hutan Kota M Sabki sebesar Rp 25 miliar, peremajaan pipa PDAM Tirta Mayang sebesar Rp 50 miliar, Pedestrian Trotoar dalam Kota sebesar Rp 35 miliar, pengembangan Pasar Induk Talang Gulo sebesar Rp 10 miliar, dan Pembangunan Pasar Alam Barajo Rp 10 miliar.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments