Rabu, 28 Oktober 2020

Pelecehan Seksual Dominasi Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Sarolangun


Selasa, 04 Agustus 2020 | 11:20:39 WIB


Kabid Perlindungan Anak DP3A Sarolangun, Mislawati
Kabid Perlindungan Anak DP3A Sarolangun, Mislawati / Istimewa

SAROLANGUN - Hingga Juli 2020, sebanyak 10 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Kabupaten Sarolangun. Dari semua kasus, pelecehan seksual menjadi yang paling dominan terjadi. Sementara hanya satu kasus kekerasan jenis fisik.

Ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak (PA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sarolangun, Mislawati, Selasa (4/8).

"Kalau kita lihat dari semua kasus, umumnya terjadi pada keluarga miskin atau tidak mampu," ujarnya.

Menurut Mislawati, beberapa faktor diduga menjadi faktor terjadinya kasus kekerasan terhadap anak. Mulai dari masalah ekonomi, pendidikan, pertengakaran orang tua dan lainnya.

"Yang paling banyak itu akibat bermain Ponsel. Kurangnya pengawasan yang diberikan saat anak bermain Ponsel bisa menjadi faktor utama. Saat ini semua anak bisa mengakses gambar atau video dewasa dan lainnya, sehingga secara tidak langsung sangat mempengaruhi pikiran anak-anak," terangnya.

Berdasarkan data yang dimiliki DP3A Sarolangun, semua korban kekerasan terhadap anak berjenis kelamin perempuan. "Pelecehan seksual sebanyak 9 kasus, kekerasan fisik hanya 1 kasus. Untuk yang status perkara sebanyak 9 kasus, sementara satu kasus lainnya selesai ditangani," jelasnya.

Terkait hal ini, kata Mislawati, pihaknya melalukan beberapa upaya untuk mengembalikan kesehatan mental atau psikologis anak korban kekerasan.

"Kita lakukan rehabilitasi terhadap mereka. Bahkan beberapa kita kirim ke Jambi untuk memulihkan mental mereka. Disamping itu juga kita berikan pembinaan hingga sosialisasi kepada masyarakat agar jangan takut melapor jika terjadi kekerasan terhadap anak," tuntasnya.


Penulis: cr6
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments