Rabu, 28 Oktober 2020

Faktor Ekonomi Menjadi Penyebab Utama Perceraian di Sarolangun


Kamis, 06 Agustus 2020 | 15:34:20 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

SAROLANGUN - Hingga Juli 2020, Pengadilan Agama Sarolangun menangani sebanyak 130 kasus perceraian. Dari semua kasus, istri gugat suami jadi kasus paling dominan terjadi.

Kepala Pengadilan Agama Sarolangun melalui Hakim Nanda Devi Krisna Putri mengatakan jika dari semua kasus, gugatan cerai yang dilayang istri terhadap suami umumnya disebabkan faktor ekonomi.

“Melihat secara keseluruhan kasus yang kami tangani, hampir 60 persen perceraian disebabkan faktor ekonomi. Kebanyakan gugatan dilayangkan dari pihak istri,” terangnya kepada Metro Jambi, Kamis (6/8).

Selain faktor ekonomi, beberapa faktor perceraian lainnya terjadi akibat perselingkuhan, pertengkaran, KDRT dan lainnya.

“Meski begitu, untuk tahun ini ada penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Bisa jadi pengaruh Covid-19 juga. Seringnya berada di rumah secara tidak langsung membuat komunikasi antara suami istri terjalin harmonis dan intens juga,” paparnya.

Dia juga mengimbau, agar setiap persoalan rumah tangga yang terjadi, pasangan suami istri tidak cepat membawanya hingga ke meja hijau. "Seperti masalah ekonomi, masih bisa dibicarakan secara kekeluargaan terlebih dahulu, sehingga terjadi musyawarah atau tahap akhir adalah mediasi dari kedua pihak keluarga untuk menghindari perceraian," katanya.

“Mudah-mudahan dengan begitu akan sangat membantu dalam mengurangi angka perceraian, khususnya di Kabupaten Sarolangun,” pungkasnya.


Penulis: cr6
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments