Selasa, 20 Oktober 2020

Desa Teluk Lancang di Tebo Dikepung Banjir, 40 Rumah Terendam


Minggu, 15 Desember 2019 | 22:06:23 WIB


Desa Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto Tebo, Kabupaten Tebo saat ini dilanda benjir. Sedikitnya 40 rumah warga terendam
Desa Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto Tebo, Kabupaten Tebo saat ini dilanda benjir. Sedikitnya 40 rumah warga terendam / metrojambi.com

MUARATEBO – Musim hujan yang terus mengguyur sejumlah daerah, mengakibatkan debit air terus naik. Ditambah lagi, air di hulu sungai terus meningkat, sehingga menyebabkan banjir kiriman yang menghantui warga di sekitar bantaran sungai.

Di Kabupaten Tebo, Desa Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto Tebo, sudah dikepung banjir. Tercatat sedikitnya ada 40 rumah warga di desa itu yang terendam banjir sejak Jumat malam sekira pukul 00.00 WIB.

Hingga saat ini, air terus bertambah dan belum ada tanda-tanda air bakal surut. Selain rumah warga, air pun merendam seluruh ruas jalan Desa Teluk Lancang. Akibatnya akses jalan kini terputus.

Camat VII Koto Alpian saat dikonfirmasi, Minggu (15/12/2019), membenarkan bahwa salah satu desa binaannya terendam banjir akibat luapan air Sungai Batang Hari. Disebutkan camat, jika air tersebut merupakan kiriman dari Kabupaten Dharmasraya.

"Benar ada 40 rumah warga yang terendam banjir di Desa Teluk Lancang, selain merendam rumah warga semua akses jalan desa juga ikut terendam. Hingga saat ini air terus meluap dan mencapai dua meter, belum ada tanda-tanda air bakal surut," ujarnya.

Bagi warga yang rumahnya terendam banjir, kata dia, kini terpaksa diungsikan ke dataran yang tinggi dan ada juga yang membuat Posko penampungan.

“Kita berharap kepada Pemerintah Tebo melalui dinas terkait agar membantu makan-makanan, obat-obatan dan juga perahu karet agar masyarakat bisa membawa barang-barang isi rumahnya," harap Alpian, Camat VII Koto.

Terpisah, Kabid BPBD Tebo, Antoni Faksi mengatakan, pihaknya sudah meluncur ke lokasi banjir di Desa Teluk Lancang Kecamatan VII Koto dengan membawa perahu karet dan tenda.

"Ya kita masih di jalan meluncur ke Desa Teluk Lancang, dengan membawa perahu karet dan tenda pengungsian," ujarnya.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments