Senin, 26 Oktober 2020

Romi Lantik 8 Kades Terpilih Dari 3 Kecamatan


Senin, 13 Januari 2020 | 21:28:32 WIB


Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto saat melantik 8 orang kepala desa, Senin (13/1/2020)
Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto saat melantik 8 orang kepala desa, Senin (13/1/2020) / metrojambi.com

MUARASABAK - Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) melantik 8 kepala desa terpilih di 3 kecamatan pemilihan Kepala Desa Serentak gelombang II tahun 2019 kemarin (13/1).

Pelantikan di lakukan di Aula Kantor Camat Rantau Rasau. 8 Kepala Desa terpilih dari tiga Kacamata yaitu kecamatan Rantau Rasau, Nipah Panjang dan Kecamatan Berbak.

Kepala Desa terpilih tersebut diantaranya, A. Wahyudin Hidayat dilantik sebagai Kepala Desa Rantau Rasau II, Ambri Jumali Kepala Desa Harapan Makmur, Musyaddad Kepala Desa Marga Mulya, Ngatijo Kepala Desa Karya Bahkti, Suhartono Kepala Desa Pematang Mayan, Juwari Kepala Desa Bunga Tanjung, M Yunus Kepala Desa Sungai Tering, Alamsyah Kepala Desa Sungai Rambut.

Sementara itu Samsu Alam Kepala Desa terpilih dari Desa Sungai Jeruk tidak menghadiri pelantikan di karena kan sakit. Sehingga Samsu Alam akan dilantik hari ini, Selasa (14/1) di Kecamatan Sabak Timur.

Dalam sambutannya Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto mengatakan, dirinya cukup bangga karena dalam pemilihan serentak Pilkades gelombang II tahun 2019 berjalan dengan aman dan lancar.

"Selalu pemerintah saya merasa bangga karena dalam pilkades serentak 2019 semua berjalan aman dan lancar," kata Bupati.

Bupati pun mengingatkan Kepada kades terpilih untuk dapat menjalankan amanah yang di berikan oleh masyarakat. Karena beban seorang pemimpin bukan lah mudah.

"Kades yang dilantik jangan hianati kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Dikatakannya, untuk menjadi yang terpilih itu mudah, tetapi untuk dapat memimpin itu bukan lah hal yang mudah. Kepada kepala desa yang dilantik Bupati berpesan bahwa Kades bukan milik seseorang,golongan atau pun milik masyarakat tertentu. Tetapi Kades adalah milik masyarakat. Untuk itu kades harus mengajak masyarakat berdiskusi untuk menentukan arah pembangunan.

"Jadi berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Saat pemilihan memang ada perbedaan tetapi usai pemilihan kita harus bersatu. Dengan artian berbeda bukan saling bermusuhan tetapi berbeda untuk persatuan," jelasnya.

Ditambahkan Bupati menjadi pemimpin di Tanjabtim ini harus siap mental dan siap menjadi bahan perbincangan. Mengapa demikian lanjutnya,karena apapun yang telah dilakukan jelas tidak dapat memuaskan masyarakat.

"Kami juga meminta maaf karena belum bisa berbuat banyak untuk kabupaten Tanjabtim yang kita cintai ini," tambahnya.

Akan tetapi lanjutnya, jika kita berkaca pada Kabupaten Kota pemekaran lainnya, Tanjabtim patut bersyukur. Karena saat pemekaran Kabupaten Tanjabtim berjalan dari titik nol di banding dengan kabupaten Kota lainnya yang telah di dukung dengan infrastruktur yang layak.

"Melihat kondisi Tanjabtim saat ini sudah sepatutnya kita bersyukur. Oleh sebab itu kita harus kompak," tandasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments