Jumat, 30 Oktober 2020

Beraksi di Mukai Hilir Kerinci, Pelaku Kenakan Baju Dinas Pemkab Kerinci, Ini Identitas Lengkapnya


Sabtu, 25 Januari 2020 | 18:45:12 WIB


Terduga pelaku pencurian saat dibawa warga Mukai Hilir Kerinci
Terduga pelaku pencurian saat dibawa warga Mukai Hilir Kerinci / dedi

KERINCI - Warga Mukai Hilir Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci, Sabtu siang (25/01/2020) dihebohkan adanya pencurian emas milik warga Mukai Hilir. 

Menurut keterangan warga setempat, pelaku yang mengenakan baju dinas Pemkab Kerinci ini pura-pura berbelanja di salah satu warung di Mukai Hilir yakni warung milik Mak Ardi.
 
Setelah belanja, pelaku langsung menarik kalung emas Mak Ardi yang nilainya sekitar 40 emas dan berlari ke arah jembatan di sebelah rumah Mak Ardi. 
 
"Korban (Mak Ardi, ed) langsung berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan Mak Ardi langsung mengejar pelaku yang berlari ke arah Sungai," kata salah seorang warga setempat. 
 
Ditambahnya lagi, setelah dikepung warga pelaku langsung ditangkap dan sempat dihajar warga.
 
"Pelaku diamankan anggota polisi dan langsung dibawa ke Puskesmas Siulak Gedang, untuk menjalani perawatan medis," sebutnya. 
 
Kapolsek Gunung Kerinci, AKP Sahrum dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengatakan bahwa kejadian ini terjadi di Mukai Hilir, Kecamatan Siulak Mukai, sekitar pukul 13.00 Wib, korban bernama Norela (61) warga Mukai Hilir, Kecamatan Siulak Mukai. 
 
"Diduga pelaku atas nama BP (34) warga Koto Tuo, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci," ujar Kapolsek Gunung Kerinci, AKP Sahrum. 
 
Sahrum menjelaskan sekira pukul 12.45 WIB pelaku pura-pura membeli deterjen di warung korban (Norela), setelah membeli deterjen, pelaku langsung masuk ke dalam rumah dan merampas kalung emas milik korban seberat sekira 40 emas dengan harga Rp.68 juta yang ada di leher korban. 
 
Setelah mengambil kalung korban kemudian pelaku melarikan diri ke sepanjang sungai Air Mukai, seketika itu juga korban berteriak minta tolong lalu masyarakat langsung beramai-ramai mengejar pelaku, hingga pelaku ditangkap masa dalam sungai Mukai.  
 
"Karena masyarakat kesal hingga menghakimi pelaku mengakibatkan pelaku babak belur dan tidak sadarkan diri, pelaku langsung dibawa ke Puskesmas Siulak Gedang kemudian dirujuk ke RSUD MHAT Kerinci," pungkasnya.

Penulis: dedi
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments