Selasa, 20 Oktober 2020

Tertimpa Kayu Roboh Dua Warga Merangin Tewas


Senin, 23 Maret 2020 | 22:20:38 WIB


/ istimewa

 MERANGIN - Dua orang warga Merangin Zulkifli dan Sabloli, warga Desa Duduk, Kecamatan Renah Pembarap tewas. Keduanya tewas saat sedang istirahat dalam pondok. Kejadian sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu (21/03/2020) malam.

Informasi yang dihimpun, kedua warga Merangin yang tewas ini merupakan pekerja di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI),. Kedua orang warga Desa Guguk, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin ini meninggal dunia di lokasi tambang.

Dua korban yang meninggal tersebut memang tidak tengah bekerja, namun mereka meninggal di wilayah lokasi tambang. Mereka meninggal akibat tertimpa pohon yang ada di sekitar mereka.

Pada saat itu, lima pekerja PETI jenis dompeng tengah beristirahat. Kala itu hujan deras disertai angin kencang melanda daerah tersebut. Sekitar pukul 18.30 WIB, pohon yang ada didekat pondok mereka tumbang dan menimpa mereka.

Pada saat kejadian, dua orang Zulkifli dan Sabli meninggal di tempat, sementara yang lainnya mengalami luka-luka. Kejadian itu terjadi di kawasan Muara Siau.

Kades Guguk Ijas ketika dikonfirmasi membenarkan jika ada dua warganya yang meninggal dunia. Namun dirinya menyangkal jika dua warganya meninggal di lokasi PETI.

"Meninggal di kebun. Pondoknyo ditimpa kayu. Tidak benar kalau meninggal karena PETI," kata Ijas.

Ijas memastikan jika di wilayahnya bebas dari aktivitas PETI. "Sayo pastikan tidak ada PETI di sini. Guguk bebas dari PETI," tegasnya.

Terpisah, Kapolsek Sungai Manau Iptu Karto ketika dikonfirmasi juga membenarkan adanya warga Guguk yang meninggal akibat ditimpa pohon.

"Kabarnya memang di lokasi PETI, tapi kami tidak bisa kelokasi, soalnya jauh. Tadi anggota mau kesana tapi tidak bisa, tidak ada warga yang mau minjamkan perahu ketek untuk ke lokasi," kata Karto melalui sambungan telepon.

"TKP nya bukan wilayah Sungai Manau, tapi Siau. Coba konfirmasi ke Polsek Siau," kata Karto lagi.

Sementara itu, Kapolsek Siau Iptu Echo Sitorus ketika dikonfirmasi menyebut jika dirinya juga belum mendapatkan informasi pasti terkait hal itu.

"Kami belum ke lapangan. Soalnya jauh. Delapan jam masuk hutan," kata Sitorus.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments