Selasa, 27 Oktober 2020

Selamat Jalan Bian


Senin, 21 September 2020 | 19:44:59 WIB


Almarhum semasa hidup
Almarhum semasa hidup /



Oleh: Agus Dini Putra*

______________________


Selamat jalan Bian. Turut berduka Pak Fasha. Pesan duka cita itu langsung saja memenuhi  lalu lintas jagat media maya. Termasuk di grup akun media sosial anak saya.

Ya, Muhammad Febiansyah Putra, meninggal dunia, Senin (21/9) siang tadi. Putra bungsu Walikota Jambi H Syarif Fasha yang duduk di kelas 8A SMP IT Nurul Ilmi ini sudah sejak lama mengalami gagal ginjal akut. Terakhir,  Bian  -panggilan akrabnya,  seperti bapak , ibu dan kakaknya,  juga terjangkit virus Covid- 19.

Bian dikenal sebagai anak yang baik dan pintar. Teman satu sekolah anak saya ini pernah menjadi juara 1 Olimpiade Matematika HUT SMP 7 Kota Jambi. Karena itu, ia memperoleh golden ticket.  Bisa masuk SMP 7 tanpa seleksi. Namun,  " menurut ibunya, Bian lebih memilih masuk sekolah Islam Nurul Ilmi. Alasannya,  ingin lebih mendalami agama," ungkap Yuli Hasti," seorang alumni SMPN 7 Jambi.

Keinginan kuat Bian itu memang betul betul dibuktikannya. Lihat saja saat ia membaca Surat Al Haqqah seperti di link video ini. Dalam kondisi masih sakit, ia tampak begitu bersemangat menyetor ayat yang menjadi tugas sekolahnya. Remaja berkulit putih ini seakan lupa dengan penyakitnya. Dengan fasih ia lafalkan ayat Al Quran dalam surah tentang hari kiamat tersebut.



Jujur, saya salut dengan  keluarga ini. Dihimpit beban berat terjangkit virus Covid- 19,  Fasha sekeluarga masih sempat memberi energi positif. Menularkan kebajikan bagi orang di sekelilingnya.

Saat pertama divonis positif Covid,  Fasha pun terlihat tegar. Pria kelahiran Plaju Palembang 1968 ini mau membuka diri tentang penyakitnya. Tak hanya sekedar menjelaskan bahwa ia sudah terjangkit. Tapi juga menyiarkan aktivitas keseharian dalam masa pengobatannya.

Lewat vlog, ia bercerita perubahan kondisi tubuhnya hari per hari. Dari orang yang menjadi penderita tanpa gejala (OTG).  Kemudian mulai mengalami batuk batuk kecil, napas sesak hingga harus memakai alat bantu pernapasan. Semua itu diceritakan, agar menjadi contoh nyata bagi kita untuk  tidak tertular penyakit mematikan ini.

Sekali lagi, saya salut dan hormat. Tak banyak tokoh yang mau terbuka membagi pengalaman menghadapi penyakit yang dideritanya, seperti Fasha. Apalagi di saat anak dan isterinya juga menderita penyakit yang sama. Dan, dirawatnya pun di rumah sakit yang terpisah.

Namun, di balik semua itu,  pesan moralnya sangat jelas. Agar kita lebih berhati hati. Lebih mawas diri dan waspada. Terlebih dalam menghadapi musim Pilkada saat ini.

Data telah menunjukkan, enam puluh lebih calon kepala daerah dinyatakan positif Covid-19. Sebagian besar karena melanggar protokol kesehatan saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pilkada yang demokratis memang harus kita wujudkan. Namun,  kesehatan masyarakat tentu harus lebih diutamakan. Kita jaga bersama. Tim sukses dan kandidat calon kepala daerah harus menjadi contoh.  Agar masyarakat terhindar dari Corona. Jangan sampai, habis Pilkada terbit pula wabah Corona klaster Pilkada. Seperti diingatkan Fasha dalam vlognya,  kalau sudah terkena sudah tidak berguna ......

Selamat Jalan Bian. Semoga Husnul Khatimah. Tetap sehat Pak Fasha dan keluarga. Aamiin.

*) Penulis adalah wartawan senior Metrojambi


Penulis: Agus Dini Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments