Kamis, 3 Desember 2020

ASN Positif Covid-19, Kantor Gubernur Jambi, Bakeuda dan Dinas PUPR Ditutup Tiga Hari


Senin, 21 September 2020 | 20:31:37 WIB


Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah
Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah / dok.metrojambi.com

 JAMBI - Pelayanan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jambi ditutup selama tiga hari. Penutupan dilakukan setelah sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Keputusan itu tertuang dalam surat edaran tentang pelaksanaan pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Provinsi Jambi. Surat edaran bernomor 2259/SE/SETDA.ORG-1.1/IX/2020 tersebut memedomani peraturan Gubernur Jambi Nomor 35 tahun 2020 tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman (AKBM2PA) Covid-19 di Jambi.

Selain itu, juga mempedomani surat Gubernur Jambi Nomor S-061/1881/SETDA.ORG-1.1/VIII/2020 tanggal 7 Agustus 2020 dan SE Gubernur Jambi nomor 1240/SE/BKD-4.2/VI/2020 tanggal 4 Juni 2020.

Karo Humas dan Protokol Setda provinsi Jambin Johansyah menyampaikan, poin dalam surat edaran tersebut yakni, melaksanakan protokol ketat dengan melarang pegawai ASN yang terindikasi gejala Covid-19 atau mengalami penurunan kondisi kesehatan untuk masuk bekerja dan menyarankan pegawai ASN tersebut untuk tidak melakukan banyak kontak dengan orang lain.

Kemudian dalam hal ditemukannya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ditempat kerja, diminta agar menutup kantor dan menghentikan pelayanan selama 3 hari serta melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi kantor.

"Kepala perangkat daerah menunjuk beberapa orang pegawai ASN untuk melaksanakan tugas atau melakukan piket kantor selama jam kerja pada 3 hari tersebut," ujarnya.

Penutupan kantor untuk sementara dilakukan di Gubernuran, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).

Selama penutupan kantor dan penghentian pelayanan, lanjut Johansyah, pegawai ASN tetap melaksanakan tugas melalui sistem pelaksanaan tugas kedinasan dirumah, atau Work From Home (WFH) dengan ketentuan wajib mengirimkan kondisi pekerjaan dan posisi bertugas melalui media elektronik yang disepakati bersama atasan.

"Mekanisme pelaksanaan tugasdiatur oleh atasan langsung sesuai kondisi dan kebutuhan," sampainya.

Sehubungan adanya pegawai ASN terkonfirmasi Covid-19 dilingkungan Setda Jambi dan beberapa perangkat daerah lainnya itu, penutupan kantor dan penghentian pelayanan dihentikan mulai Selasa (22/9) hingga Kamis (24/9).

"Pada hari berikutnya kembali melaksanakan tugas kedinasan sebagaimana biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan sistem kerja pegawai ASN, sebagaimana telah diatur oleh ketentuan melalui surat Gubernur Jambi itu," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments