Senin, 19 April 2021

Keberatan Arfan Ditolak, Persidangan akan Dilanjutkan dengan Pemeriksaan Saksi


Kamis, 24 September 2020 | 14:04:25 WIB


Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Kamis (24/9/2020).
Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Kamis (24/9/2020). / Istimewa

JAMBI - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi menolak keberatan (eksepsi, red) mantan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, Arfan yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus gratifikasi proyek.

Putusan sela dibacakan oleh majelis hakim yang diketui Yandri Roni, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Kamis (24/9/2020).

Dalam putusan sela majelis hakim telah menimbang semua keberatan terdakwa yang menilai bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak berlaku adil serta menyebut dakwaan jaksa tidak jelas dan kabur.

“Pendapat penasehat hukum terdakwa tidak bisa diterima, karena sudah memenuhi syarat materil, dimana perbuatan terdakwa diduga bersalah," kata hakim.

Soal protes terhadap karena perkara tidak digabungkan oleh KPK, majelis berpendapat bahwa tidak digabungnya perkara terdakwa karena ada rentan waktu yang berbeda.

“Perkara bisa digabung ketika waktu yang bersamaan, untuk itu majelis hakim sependapat dengan penuntut umum, untuk tidak mengabungkan perkara terdakwa dalam satu dakwaan,"  tambahnya.

Setelah menimbang majelis hakim memutuskan tidak menerima eksepsi terdakwa terhadap dakwaan jaksa penuntut umum. "Menolak eksepsi terdakwa, meneruskan pemeriksaan dan melakukan pemanggilan saksi ke persidangan," ucap hakim.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments