Sabtu, 24 Oktober 2020

Baru Dilantik Sudah Tersangka, Anggota DPRD Tebo Tersandung Kasus Ijazah Palsu


Jumat, 04 Oktober 2019 | 09:54:43 WIB


Kasat Reskrim Polres Tebo AKP M Ridho saat mengekspos kasus dugaan ijazah palsu dengan tersangka anggota DPRD Tebo Jumawarzi
Kasat Reskrim Polres Tebo AKP M Ridho saat mengekspos kasus dugaan ijazah palsu dengan tersangka anggota DPRD Tebo Jumawarzi / metrojambi.com

 MUARATEBO - Jumawarzi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tebo periode 2019-2024 dari Partai Gerindra, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. Padahal, ia baru saja dilantik beberapa minggu yang lalu.

Rupanya, Jumawarzi tersangkut kasus ijazah palsu. Ia bahkan terancam hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar rupiah, akibat menggunakan gelar akademik palsu tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tebo AKP M. Ridho, Kamis (3/10/2019), mengatakan yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka. Bahkan kini pemeriksaan kasusnya sudah dinyatakan lengkap (P21, red), tinggal pelimpahan ke kejaksaan.

Tersangka terjerat kasus tindak pidana pasal 93 dan lasal 28 ayat (7) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

"Tersangka mendapat gelar SH (Sarjana Hukum) dari Universitas Ibnu Khaldun Jakarta dengan cara membeli senilai 30 Juta rupiah tanpa melakukan proses perkuliahan. Tersangka juga telah menggunakan gelar akademik tersebut untuk SIM, KTP, KK bahkan saat mendaftar di KPU pada Pemilu 2019 lalu," terang Ridho.

Ridho juga mengatakan bahwa ijazah palsu yang dimiliki oleh tersangka tidak terdaftar di Universitas Ibnu Khaldum Jakarta. Bahkan ijazah yang dimiliki tersangka tersebut dikeluarkan pada thun 2012, namun ditandatangani oleh Mantan Rektor Universitas Ibnu Khaldun Jakarta yang telah dipecat pada Tahun 2008 karena kasus membuka kelas jauh tanpa izin universitas.

"Namun tersangka tidak kita tahan karena sejauh ini tersangka sangat kooperatif. Berkas kasus ini telah P21 dan tinggal menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti ke pihak kejaksaan," pungkasnya.

Untuk diketahui, proses hukum kasus ini sendiri telah memakan waktu cukup lama. Sebelumnya penyidik telah bolak-balik ke Kejaksaan Negeri Tebo untuk melengkapi berkas perkara. Salah satu petunjuk jaksa kepada penyidik Polres Tebo agar memastikan ijazah palsu melalui tim ahli.

Penyidik Polres Tebo sebelumnya telah mendatangi pihak dari Universitas Ibnu Khaldum Jakarta, tempat yang dicatut sebagai pihak yang menerbitkan ijazah S1 milik Jumawarzi. Pihak penyidik menyatakan, bahwa ijazah tersebut palsu karena pihak rektor yang menandatangani ijazah sudah dipecat sebelum tanggal Ijazah itu diterbitkan.

Tersangka juga sebelumnya diloloskan oleh KPU Tebo saat mendaftar pada Pemilu 2019 lalu, karena tersangka menggunakan Ijazah SMA, namun tetap menggunakan nama sesuai KTP yang dimana tertulis gelar akademiknya.

Dugaan gelar akademik dan ijazah palsu tersangka ini terungkap setelah adanya pengaduan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tebo semasa tersangka masih mencaleg.

Kuasa Hukum tersangka, Tomson Purba, SH saat dikonfirmasi enggan berkomentar. Dirinya mengaku masih ingin mempelajari kasus itu terlebih dahulu.

"No comment lah saat ini, kita akan pelajari dulu," ujar Tomson.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments