Senin, 25 Januari 2021

Temui Pelaku Perambahan Hutan di Batanghari, Wakapolda Minta Semua Pihak Menahan Diri


Minggu, 22 September 2019 | 22:54:48 WIB


Wakapolda Jambi Brigjen Pol Charles Bonardo Sadatua Nasution saat memberikan keterangan pers usai mengecek pelaku perambahan hutan yang ditahan di Mapolres Batanghari
Wakapolda Jambi Brigjen Pol Charles Bonardo Sadatua Nasution saat memberikan keterangan pers usai mengecek pelaku perambahan hutan yang ditahan di Mapolres Batanghari / metrojambi.com

MUARABULIAN – Sebanyak 22 orang terduga pelaku perambahan hutan di kawasan konsesi PT REKI, diamankan Polres Batanghari, Sabtu (21/09) kemarin. Pengamanan 22 orang ini dilakukan Polres Batanghari dengan melibatkan aparat dari TNI.

Mereka adalah Saringok Pasaribu, Gaedon Master Manurung, Aliandro Malau, Andre Marbun, Suroso, Efi Nainggolan, Johan maju nainggolan, Marjohan Butar Butar, Burhanudin Nainggolan, Ruben Nainggolan, Sri Susanto Tumanggor, Gilbert Pandiangan.

Lalu, Donalianto Nainggolan, Jimer Tampubolon, Erwin Nainggolan, Wilker Situmorang, Parsaoran Sitinjak, Binter Manurang, Putra Sihotang, Ramli Situmorang, Sahat Bul Nainggolan, dan Rj Sampurna Marbun.  “Yang jelas saat ini kita masih fokus terhadap kasus karhutla," tegasnya.  

Usai penangkapan ini, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jambi, Brigjen Charles Bonardo Sadatua Nasution langsung turun ke Mapolres Batanghari, Minggu (22/9), sekira pukul 12.35 WIB.

Kedatangan Wakapolda bersama pejabat utama (PJU) Polda Jambi itu dalam rangka mengecek para pelaku terduga perambah dan pembakar hutan di areal konsesi PT Reki yang telah diamankan pada Sabtu (21/09).

Terlihat, Wakapolda sempat berbincang dengan para pelaku yang notabennya dari luar daerah tersebut. Usai berbicara serius dengan salah satu perambah hutan, Wakapolda pun membenarkan adanya pengamanan terhadap 22 orang terduga perambah dan pembakar hutan di areal konsesi PT Reki tersebut.

Dia mengatakan kedatangannya atas perintah Kapolda Jambi melakukan supervisi dalam rangka mengecek kegiatan penegakan hukum yang dilakukan Polres Batanghari. “Berkaitan dengan masalah karhutla, dimana para pelaku sudah diamankan. Dan saya berharap agar dapat mencari solusi terbaik atas kasus ini," ujarnya saat diwawancarai.

Wakapolda menghimbau, kepada pihak terkait agar bisa saling menahan diri serta mencari solusi terbaik. "Karena ini bukan masalah polisi semata. Ini adalah masalah sosial. Pembahasan kami tadi yaitu membahas dari hati ke hati agar mereka (pelaku) memahami petugas hukum, bisa berlaku tertib. Semua warga negara berhak mencari hidup namun jangan melanggar hukum. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," katanya.

Namun sayangnya, saat ditanya apa modus para pelaku terduga perambah dan pembakar hutan, Wakapolda enggan menjawab dan meminta agar menanyakan kepada penyidik. "Untuk modus pelaku, nanti masalah teknis langsung ke penyidik saja. Yang jelas kita mencari solusi terbaik," pungkasnya.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments