Jumat, 27 November 2020

Tim Siber Polda Jambi Tingkatkan Pengawasan Kampanye Cakada di Medsos


Rabu, 30 September 2020 | 20:38:03 WIB


Kombes Pol Edi Faryadi
Kombes Pol Edi Faryadi / Metrojambi.com

 JAMBI - Tim Siber Kepolisian Daerah (Polda) Jambi meningkatkan pengawasan terhadap calon kepala daerah dan wakil kepada daerah yang akan berkampanye di media sosial (medsos) pada tahapan kampanye di Pilkada serentak 2020 ini.

"Memasuki masa kampanye yang dimulai 26 September hingga 5 Desember 2020, tim dan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepada daerah akan berkampanye di media sosial, maka Polda Jambi meningkatkan pengawasannya," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi, Rabu (30/9/2020).

Menurut data yang diperoleh dari tim siber Polda Jambi, sampai saat ini sudah ada sebanyak 877 percakapan yang mengenai pembahasan Pilkada yang tersebar di grup media sosial Facebook.

Dikatakan Edi, Tim Siber Polda Jambi akan terus mengantisipasi terjadinya black campaign, negatif campaign, serta berita hoax yang beredar di media sosial.

Dikatakannya lagi, Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jambi setiap hari melakukan pemantauan aktivitas medsos, agar tidak merugikan salah satu calon kepala daerah dan wakil kepalda daerah yang berkompetisi di ajang Pilkada serentak 2020, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten dan kota.

"Ditrreskrimsus sudah membuat tim untuk mengawasi media sosial pada setiap pasangan calon. Misalnya pasangan calon A ini akan diawasi oleh tim tersendiri, pasangan calon B juga ada tim sendiri. Dan itu khusus untuk pasangan calon dari pada gubernur. Sedangkan yang ada di daerah di daerah juga sama, setiap kabupaten atau kota itu ada Polres yang di sana, dan Polres pun sudah kami bentuk tim sibernya dan induknya tetap ada di Polda Jambi," beber Edi.

Langkah tegas juga akan diambil oleh Tim Siber Polda Jambi guna mengantisipasi adanya pelanggaran yang dilakukan di medsos tersebut. Dikatakan Edi, untuk mencegah adanya dampak yang disebabkan dari postingan di media sosial, Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jambi bakal menutup atau take down postingan tersebut.

"Jika ada yang seperti itu (postingan berisi negatif campaign, black campaign dan berita bohong/hoax) mungkin Polda Jambi akan melakukan take down terhadap berita-berita tersebut agar tidak tersiar dan juga tidak tersebar dimana tujuannya adalah untuk membuat netral dan juga menjaga Kamtibmas yang ada di Provinsi Jambi," tegas Edi.

Edi menambahkan, Polda Jambi juga menggandeng pihak eksternal yang selalu update dan memonitoring media sosial, yakni Asosiasi Pengguna Jasa Internet (APJI).

"Kita juga akan menggalang dari pada teman-teman ya memang selalu update di dunia maya dan dunia medsos itu semua kita rangkul kemudian kita juga ada berkoordinasi dengan beberapa civitas akademika," kata Edi.

Polda Jambi akan mempertegas bahwa para pelaku penyebar berita dan kampanye yang merugikan itu dapat dikenakan sanksi pidana yang sudah diatur sesuai dengan Undang-Undang RI 19 tahun 2016 tentang ITE.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments