Senin, 19 Oktober 2020

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Triwulan II-2020 Terkontraksi 1,72 Persen


Kamis, 06 Agustus 2020 | 11:17:14 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Perekonomian provinsi Jambi berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2020 mencapai Rp 48,80 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 36,41 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jambi Wahyudin menyampaikan, jika secara (y-on-y) ekonomi provinsi Jambi triwulan II-2020 terkontraksi 1,72 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan terkontraksi paling dalam hingga 27,75 persen.

"Namun dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga juga terkontraksi hingga 4,25 persen," katanya dalam rilis BPS, Kamis (6/8/2020).

Lebih lanjut Wahyudin memaparkan, kalau berdasarkan (q-to-q) ekonomi provinsi Jambi triwulan II-2020 terkontraksi sebesar 1,41 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan juga mengalami kontraksi terdalam, 21,72 persen.

"Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam dialami oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa hingga 10,45 persen," ujarnya.

Sementara ekonomi Provinsi Jambi triwulan II-2020 secara (c-to-c) tumbuh 0,05 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh sebagian lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Informasi dan Komunikasi sebesar 14,10 persen.

"Dari sisi pengeluaran terutama didorong oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh sebesar 0,25 persen," sebutnya.

Struktur ekonomi provinsi Jambi pada triwulan II-2020 sendiri didominasi oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB, yakni sebesar 30,98 persen. Sementara pada sisi pengeluaran, PDRB banyak digunakan untuk Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 47,14 persen.

Pertumbuhan didukung oleh sebagian lapangan usaha, sedangkan selebihnya mengalami kontraksi pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Informasi dan Komunikasii sebesar 13,08 persen yang diikuti pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 4,16 persen, serta jasa keuangan dan asuransi sebesar 3,94 persen.

"Lapangan usaha yang mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam adalah Transportasi dan Pergudangan, dengan pertumbuhan sebesar -27,75 persen," paparnya.

Diketahui pula, kata Wahyudin, untuk struktur perekonomian Sumatera secara spasial pada triwulan II-2020 masih didominasi oleh provinsi lumbung energi. Tiga Provinsi dengan share terbesar adalah Provinsi Sumatera Utara sebesar 24,35 persen, Provinsi Riau dengan share sebesar 20,71, dan Sumatera Selatan sebesar 13,99 persen.

"Provinsi Jambi bila dilihat dari distribusinya terhadap PDRB Sumatera berada pada peringkat tujuh, yaitu sebesar 6,01 persen," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments