Jumat, 23 Oktober 2020

Agustus 2020 Kota Jambi dan Muara Bungo Alami Inflasi, Andil Terbesar Emas Perhiasan


Rabu, 02 September 2020 | 10:54:45 WIB


ilustrasi jual beli emas
ilustrasi jual beli emas / Istimewa

JAMBI - Pada Bulan Agustus 2020, Kota Jambi dan Muara Bungo mengalami inflasi, masing-masing sebesar 0,03 persen dan 0,06 persen. Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Jambi sebesar 103,94 dan Muara Bungo tercatat sebesar 104,25.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jambi Wahyudin menyampaikan, Inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 8 kelompok pengeluaran yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen, lalu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,33 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,79 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,75 persen. Kemudian kelompok informasi, lomunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,20 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,26 persen, dan kelompok pendidikan sebesar 0,02 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,60 persen.

Dalam pembentukan inflasi Kota Jambi sebesar 0,03 persen, Wahyudin menyebut andil terbesar adalah dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,1009 persen. Kemudian dari kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,1651 persen serta kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0619 persen.

"Komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi Bulan Agustus 2020 antara lain minyak goreng, emas perhiasan, beras, tukang bukan mandor, bawang putih, piring, bola lampu, mobil, batu bata/batu tela serta telepon seluler," terangnya, Rabu (2/9/2020).

Sedangkan inflasi di Muara Bungo, kata Wahyudin, terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 7 kelompok pengeluaran yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen, kelompok transportasi sebesar 0,03 persen.

"Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,58 persen, kelompok Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 0,02 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa Lainnya sebesar 5,17 persen," sampainya.

Sementara itu komoditas utama yang memberikan andil terhadap inflasi Muara Bungo adalah emas perhiasan, cabai merah, minyak goreng, telepon seluler, kentang, rokok putih, sabun mandi cair, petai, ikan asin teri, serta bawang putih.

Laju inflasi tahun kalender 1 dan “year on year” 2 Kota Jambi pada bulan ini masing-masing sebesar 0,86 persen dan 0,55 persen. Sedangkan laju inflasi tahun kalender dan “year on year” Kota Muara Bungo masing-masing sebesar 0,69 persen dan -0,92 persen pada bulan Agustus 2020.

Wahyudin mengatakan, dari 24 Kota di Sumatera yang menghitung IHK, sebanyak 16 kota mengalami inflasi dan 8 kota deflasi. Inflasi tertinggi se-Sumatera terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,88 persen dan terendah terjadi di Kota Batam sebesar 0,02 persen.

"Dari 90 Kota yang menghitung IHK di Indonesia, sebanyak 37 kota mengalami inflasi dan 53 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,88 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang sebesar 0,92 persen," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments