Selasa, 20 Oktober 2020

Maju Pilkada Tanjabtim, Abdul Rasid Diberhentikan Dari ASN


Jumat, 02 Oktober 2020 | 11:57:15 WIB


Abdul Rasid dan Mustakim saat menggelar deklarasi maju di Pilkada Tanjabtim 2020
Abdul Rasid dan Mustakim saat menggelar deklarasi maju di Pilkada Tanjabtim 2020 / dok.metrojambi.com

MUARASABAK – Abdul Rasid diberhentikan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) atas permintaan sendiri, dengan alasan mencalonkan diri sebagai Calon Bupati (Cabup) Tanjabtim Periode 2021-2024.

Hal ini dibuktikan dengan surat permohonan pemberhentian yang diajukan oleh Abdul Rasid kepada Bupati Tanjabtim (Romi Hariyanto) cq Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Tanjabtim tertanggal 4 September 2020.

Kepala BKPSDMD Kabupaten Tanjabtim, Hadi Firdaus menjelaskan, pemberhentian Rasid ini berawal dari laporan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Banwaslu) Kabupaten Tanjabtim kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), karena yang bersangkutan terlibat politik praktis dengan mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Tanjabtim.

Kemudian KASN mengeluarkan surat dengan nomor : R. 1529/KASN/5/2020 tertanggal 20 Mei 2020 perihal rekomendasi atas pelanggaran netralitas ASN. Terhadap Abdul Rasid diberikan sanksi, yaitu pertama, menjatuhkan hukuman disiplin sedang terhadap Abdul Rasid berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun, yaitu dari IVc turun menjadi IVb. Kedua, memerintahkan kepada mantan Kepala Badan Kesbangpol Tanjabtim itu untuk mengajukan cuti diluar tanggungan negara.

Hadi menyebutkan, sebelum yang bersangkutan ditetapkan sebagai Calon Bupati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemkab melalui BKPSDMD Tanjabtim menyarankan kepada Abdul Rasid untuk mengajukan cuti di luar tanggungan negara, namun yang bersangkutan tidak mengindahkannya. Malah yang bersangkutan mengajukan surat permohonan pemberhentian sebagai ASN.

‘’Kita memerintahkan yang bersangkutan untuk cuti di luar tanggungan negara dengan surat nomor : 800/1784/BKPSDMD tertanggal 7 September 2020, dan diterima oleh Abdul Rasid pada tanggal 8 September 2020. Namun yang bersangkutan mengajukan Surat Pengunduran diri tertanggal 4 September 2020, namun Surat Pengunduran diri tersebut disampaikan ke BKPSDMD pada tanggal 10 September 2020,’’ ungkap Hadi Firdaus, Kamis (1/10/2020).

Tidak hanya sampai disitu, BKPSDMD kemudian berkoordinasi dengan KPU Tanjabtim, dari hasil koordinasi dengan KPU tersebut, ternyata Abdul Rasid memang telah mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati ke KPU dengan dukungan Partai Politik.

Surat dari Abdul Rasid tersebut mengajukan permohonan pemberhentian dengan hormat atas permintaan sendiri sebagai ASN di Pemkab Tanjabtim tanpa hak pensiun terhitung 5 September 2020, dengan alasan mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Tanjabtim Periode 2021-2024.

Dalam surat Permohonan Pemberhentian itu, Rasid melampirkan bahan pertimbangan bagi Bupati cq Kepala BKPSDMD Tanjabtim meliputi surat pengajuan permohonan pemberhentian, photocopy Kartu Pegawai (Karpeg), photocopy SK CPNS, photocopy SK PNS, photocopy pangkat terakhir, photocopy jabatan terakhir, serta bukti pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati.

‘’Berdasarkan permohonan yang bersangkutan kita keluarkan surat pemberhentian dengan hormat atas permintaan sendiri tanpa hak pensiun tertanggal 11 September 2020,’’ tukas Hadi.

Sementara itu, Abdul Rasid belum berhasil dikonfirmasi. Saat ditelpon via ponsel, nomor ponselnya terdengar nada aktif, namun tidak diangkat. Pun saat dikonfrimasi via pesan WhatsApp, dibaca, namun tidak dijawab.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments