Jumat, 22 Oktober 2021

Debit Air Sungai Batanghari Meningkat, BPBD Ajukan Status Siaga Darurat

Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:22:31 WIB


Debit air Sungai Batanghari dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan.
Debit air Sungai Batanghari dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan. / dok/metrojambi.com

JAMBI - Debit air Sungai Batanghari dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengajukan status siaga darurat banjir kepada Bupati Batanghari.

"Dalam sepekan terakhir debit air Sungai Batanghari terus meningkat, maka dari itu hari ini atau besok akan kita masukan pengajuan siaga darurat banjir kepada Pak Bupati," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari Samral Lubis di Jambi, Senin.

Dalam waktu tiga hari, peningkatan debit air Sungai Batanghari meningkat 32 centimeter.

Pantauan petugas BPBD setempat, daerah itu debit air Sungai Batanghari berada di angkat 76 centimeter. Dan pada hari ini Senin (12/10), debit air Sungai Batanghari sudah berada di angka 108 centimeter.

BPBD Batanghari mengajukan status siaga darurat banjir turut memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG. Dimana pada tahun ini musim hujan yang terjadi yakni musim hujan lanina. Sehingga intensitas curah hujan lebih tinggi. Hal tersebut di buktikan dengan hujan yang terus terjadi di wilayah Batanghari dalam sepekan terakhir.

Meski debit air Sungai Batanghari belum meluap ke pemukiman warga, namun warga tetap di imbau untuk waspada. Mengingat selain intensitas curah hujan yang tinggi, debit air sungai Batanghari sewaktu waktu dapat meningkat drastis karena kiriman air dari hulu sungai.

"Terutama warga yang pemukimannya berada di sepanjang bantaran Sungai Batanghari, selain banjir yang turut di waspadai yakni terbis atau longsornya tebing sungai," kata Samral Lubis.

Ada 86 desa dan kelurahan di daerah itu yang rawan banjir. Karena desa dan kelurahan tersebut berada di sepanjang bantaran sungai. Baik itu bantaran Sungai Batanghari, maupun bantaran anak Sungai Batanghari.

Sementara itu, pantauan yang dilakukan oleh petugas BPBD sejumlah perkebunan dan areal persawahan warga di daerah itu sudah ada yang terendam.

"Laporan secara resmi berapa hektar jumlah kebun dan sawah yang terendam belum masuk, namun pantauan dari petugas sudah ada sawah dan kebun yang terendam," kata Samral Lubis.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments