Senin, 6 Februari 2023

Hasil Tes Cepat 28 Pendemo di Jambi Nonreaktif

Selasa, 13 Oktober 2020 | 15:51:55 WIB


Sejumlah peserta aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, Senin (12/10/2020), diamankan pihak kepolisian.
Sejumlah peserta aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, Senin (12/10/2020), diamankan pihak kepolisian. / dok/metrojambi.com


Para pendemo tersebut diamankan karena peran mereka yang anarkis dalam aksi unjuk rasa di gedung dewan itu dan pemeriksaan terhadap mereka dilakukan guna mengetahui perannya masing-masing sehingga terjadi kericuhan aksi demo tersebut terjadi bentrokan antara aparat kepolisian dengan mahasiswa yang berdemo.

Aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Jambi berujung ricuh karena tuntutan ribuan mahasiswa Jambi yang minta mereka masuk ke gedung dewan dan akan mengambil alih sidang rakyat, namun aksi itu dihalau oleh aparat kepolisian dibantu TNI.

Puluhan tembakan gas air mata yang dilakukan aparat kepolisian, membuat para pendemo berlarian dan kembali melakukan penyerangan dengan melempari batu ke arah gedung dewan yang dijaga polisi.

Dalam aksi itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Santyabudi memimpin langsung pengamanan unjuk rasa sejumlah organisasi buruh dan mahasiswa yang menuntut batalkan Omnibus Law atau Ciptaker.

Demo yang dilakukan di Kantor Gubernur dan Kantor DPRD ini dilakukan ribuan Mahasiswa dari sejumlah Paguyuban dan Kelompok Buruh.

"Kami menerjunkan ribuan personel gabungan Polda, Korem/042 dan Polresta Jambi," kata Kabid Humas, Kuswahyudi Tresnadi.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments