Sabtu, 27 Februari 2021

Pekerja Tambang Batubara PT KIM Tertimbun Longsor


Jumat, 16 Oktober 2020 | 14:19:01 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

MUARABUNGO - Pekerja tambang batubara PT Kuasing Inti Makmur (KIM) di Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo dikabarkan tertimbun longsor saat melakukan penambangan, Kamis (15/10/2020) kemarin sekira pukul 10.00 WIB.

Korban diketahui berjumlah dua orang, tertimbun material Over Burden (OB) di lokasi tambang batubara.

Kapolres Bungo AKBP M Lutfi, melalui Paur Humas Polres Bungo, Iptu M Nur menyebutkan hingga kini satu diantara dua pekerja tersebut belum ditemukan.

Ditambahkannya, hingga saat ini proses evakuasi terus dilakukan untuk mencari korban.

"Memang benar ada kecelakaan kerja. Sampai sekarang masih dicari. Korban merupakan karyawan PT. Cipta Kridatama (Subkon PT.KIM) yang bekerja sejak Januari 2020 ," tutur M Nur, Jumat (16/10/2020).

Dijelaskannya, kejadian naas itu bermula saat korban Hendra (28) yang merupakan pengawas lapangan di area disposal tambang PT. KIM seperti biasa melakukan kontrol terhadap alat-alat berat yang tengah beroperasi.

Pada saat korban sedang mengarahkan alat berat jenis dozer untuk membuang OB yang menutupi batu bara pada ketinggian sekitar 20 Meter dari dasar tanah, tiba-tiba material OB mengalami longsor.

Karena tebing yang longsor hanya berjarak sekitar 5 meter, korban turut terbawa longsoran beserta satu unit Dozer yang dioperasikan oleh Mubin (45) karyawan PT CK.

"Korban Mubin berteriak meminta pertolongan kepada pekerja tambang lainnya melalui Radio HT, hingga akhirnya dapat diselamatkan karena terbantu dengan safety belt yang masih terpasang dan reruntuhan tertahan di kabin Dozer ," jelas M Nur.

Kemudian, pekerja lainnya langsung berusaha memberikan pertolongan kepada Mubin. Namun, korban Hendra diduga masih tertimbun material longsor. Akibat kejadian ini seluruh aktivitas di area tambang batu bara PT. KIM dihentikan sementara.

"Hingga saat ini korban belum ditemukan dan proses pencarian korban masih berlangsung. Sebanyak 2 unit ekskavator dan 4 unit dozer dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi korban yang diduga masih tertimbun di dalam reruntuhan material," tutupnya.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments