Jumat, 4 Desember 2020

Nilai Tukar Petani Naik 3,17 Persen


Senin, 19 Oktober 2020 | 11:06:04 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

JAMBI - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada September 2020 sebesar 110,28 atau naik 3,17 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 2,97 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,19 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Wahyudin mengatakan, kenaikan NTP terjadi pada tiga subsektor, yaitu subsektor Hortikultura yang naik sebesar 2,51 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 3,86 persen, dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,15 persen.

"Untuk penurunan NTP terjadi pada dua subsektor, yaitu subsektor Tanaman Pangan yang turun sebesar 0,01 persen dan subsektor Peternakan yang turun sebesar 0,44 persen," ujarnya, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut disampaikan Wahyudin, pada September 2020, NTP Provinsi Jambi untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 100,62 untuk subsektor Tanaman Pangan (NTPP), 100,79 untuk subsektor Hortikultura (NTPH), 113,03 untuk subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR), 97,78 untuk subsektor Peternakan (NTPT) dan 105,82 untuk subsektor Perikanan (NTNP) yang terdiri dari Perikanan Tangkap (NTN) sebesar 107,64 dan Perikanan Budidaya (NTPi) sebesar 99,73.

Wahyudin juga menyampaikan, jika inflasi perdesaan di Provinsi Jambi tercatat sebesar minus 0,24 persen. "Inflasi terjadi pada enam kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok perumahan, air, Llstrik dan bahan bakar lainnya, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kelompok Kesehatan, kelompok transportasi, kelompok penyediaan makanan dan minuman, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya," beber Wahyudin.

Untuk perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) Perdesaan mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah perdesaan. Pada September 2020, IHK di wilayah perdesaan Provinsi Jambi sebesar 104,74 atau terjadi deflasi sebesar 0,24 persen.

Jika dilihat menurut kelompok konsumsi rumah tangga, inflasi terjadi pada enam kelompok yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar lainnya sebesar 0,21 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.

Kemudian kelompok transportasi sebesar 0,03 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/eestoran sebesar 0,09 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa Lainnya sebesar 0,12 persen.

"Kalau deflasi terjadi pada tiga kelompok yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau; kelompok pakaian dan Alas kaki serta kelompok Informasi, komunikasi dan jasa keuangan. Sementara itu pada kelompok rekreasi, olahraga dan Budaya serta kelompok Pendidikan tidak terjadi perubahan indeks," katanya.

Wahyudin menyebutkan pada September 2020 ini, NTP Provinsi Jambi berada pada urutan ke-empat diantara sepuluh provinsi se-Sumatera yaitu sebesar 110,28. Nilai Tukar Petani tertinggi di Provinsi Riau sebesar 120,94 sedangkan NTP terendah di Provinsi Lampung yaitu sebesar 95,63.

Dilihat dari perubahan NTP pada September 2020 terhadap bulan sebelumnya, lanjutnya, NTP di seluruh provinsi di Sumatera meningkat. Peningkatan terbesar NTP terjadi di Provinsi Riau yaitu naik sebesar 3,48 persen.

"Nilai Tukar Usaha Pertanian Provinsi Jambi pada September 2020 berada pada urutan keempat diantara sepuluh provinsi se-Sumatera yaitu sebesar 110,45. Angka NTUP tertinggi di Provinsi Riau yaitu sebesar 122,59 dan NTUP terendah di Provinsi Lampung yaitu sebesar 96,34. Sedangkan peningkatan NTUP terbesar di Provinsi Riau yaitu naik sebesar 3,37 persen," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments