Sabtu, 28 November 2020

Pimpinan DPRD Kerinci Minta Dinas Pariwisata Tertibkan Homestay Tak Berizin di Kerinci


Rabu, 05 Agustus 2020 | 11:57:50 WIB


Pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci dari Fraksi Golkar, Boy Edwar
Pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci dari Fraksi Golkar, Boy Edwar / Istimewa

KERINCI - Kabupaten Kerinci yang memiliki banyak objek wisata, tidak salah lagi bila dijadikan branding pariwisata Provinsi Jambi. Beberapa objek wisata terkenal yang dimiliki daerah paling barat Provinsi Jambi ini adalah, Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danau Kaco, Air Terjun Telun Berasap, Danau Kerinci, Air Terjun Pancuran Rayo, Danau Lingkat, Air Terjun Bertingkat, Air Panas (Gao), Pemandian Air Panas, Perkebunan Teh (Hamparan terluas di dunia) dan lain sebagainya.

Semenjak ditunjuk sebagai branding pariwisata Provinsi Jambi oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kabupaten Kerinci banyak dikunjungi oleh wisatawan. Bahkan membuat puluhan pelaku usaha mendirikan homestay atau penginapan untuk wisatawan.

Dari puluhan homestay yang ada di Kabupaten Kerinci, diketahui masih banyak yang beroperasi tanpa mengantongi izin usaha atau Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPPTSPTK) Kerinci.

Kabid Perizinan di Dinas DPMPPTSPTK Kerinci, Yanti saat dikonfirmasi mengatakan hanya ada dua homestay yantg telah mengantongi izin resmi untuk beroperasi.

"Homestay yang telah memiliki TDUP adalah Homestay Family dan Subandi di Kayu Aro," ujar Yanti, Rabu (5/8/2020).

Yanti menyebutkan, pihaknya telah menyurati pemilik homestay agar mengurus izin, namun tidak ditanggapi. Ditegaskan Yanti, ini merupakan pelanggaran karena setiap pelaku usaha wajib memiliki izin usaha.

"Para pelaku usaha ini cuma datang ke kantor mempertanyakan saja ke kita, namun sampai saat ini tidak mengurus izin. Sekarang kan sudah bisa mengurus izin melaui online," kata Yanti.

Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kerinci, Juanda Sasmita. Dikatakan Juanda, dari 34 homestay dan 3 hotel yang ada di Kerinci, separuhnya sudah memiliki izin.

"50 persen homestay di Kerinci sudah memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata. Sisanya masih izin kades dan Camat," kata Juanda.

Ia berharap melalui pelatihan yang dilaksanakan di Kayu Aro dapat memotivasi pengelola untuk segera mengurus izin usahanya. "Kita berharap pengusaha Homestay bisa mengurus TDUP di DPMPPTSPTK Kerinci," tandasnya.

Sementara itu, Pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci dari Fraksi Golkar, Boy Edwar menyanyangkan banyaknya Homestay di Kerinci yang tidak mengantongi izin. Ia berharap pihak Pariwisata Kerinci untuk segera melakukan pembinaan, penyuluhan dan pendataan terhadap Homestay yang beroperasi di Kerinci tidak mengantongi TDUP.

"Silakan tertibkan Homestay tidak mengantongi izin, kita berharap pelaku usaha Homestay untuk segera mengurus izin," ujar Boy Edwar.

Politisi Partai Golkar ini menyebutkan jika banyak Homestay tidak memiliki izin di Kerinci membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pariwisata menjadi bocor.

"Terkait potensi PAD memang kedepan di harapkan bisa meningkat seiring dengan kerinci sebagai tujuan wista yang menarik dan branding pariwisata Provinsi Jambi, tentu pentaan Homestay dan hotel," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments